Oleh: Rusdin Tompo (inisiator Komunitas Puisi [KoPi] Makassar; Koordinator Satupena Sulawesi Selatan)
Makassar, NusantaraInsight — Suatu sore, menjelang Magrib, pertengahan Agustus 2020. Saya tengah berada di lantai 2 Gedung Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Heri Rusmana, Syamsir Alam, dan Abdul Hadi–ketiganya merupakan pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan.
Tak lama berselang, Mohammad Hasan Sijaya, SH, MH, Kepala DPK Provinsi Sulawesi Selatan, terlihat akan masuk ke ruangannya, yang pintunya berada di sisi kanan gedung. Namun sebelum masuk, Hasan Sijaya berhenti dan menoleh ke luar jendela kaca. Beliau lalu memanggil saya, minta saya mendekat.
“Pak Rusdin, lihat. Sebentar, kalau lampunya nyala, taman di sebelah itu indah sekali,” kata Hasan Sijaya sembari tangannya menunjuk ke arah selatan.
Mata saya mengikuti arah telunjuknya, melihat bentangan string lights yang biasa dipasang di kafe-kafe. Benar saja, hanya dalam hitungan detik, bohlam-bohlam lampu itu dinyalakan, memberi efek visual nan indah, menyembul di antara rimbun daun-daun hijau.
Waktu peralihan dari cahaya alami siang hari (daylight), terasa beda ketika lampu-lampu outdoor dinyalakan, memancarkan cahaya kuning kemerahan yang lembut. Warna yang memberi efek nyaman dan rileks ini, seolah menyatu sempurna dengan cahaya langit Magrib (golden hour) di Talasalapang.
“Apa bagus kita bikin di situ untuk menghidupkan taman bacanya?” tanya Hasan Sijaya, dengan pandangan yang masih diarahkan ke taman yang berada tepat di depan Masjid Ashabul Jannah tersebut.
“Bikin ki acara pembacaan puisi, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, Pak,” usul saya, spontan.
Hasan Sijaya langsung setuju, akan menggelar kegiatan pembacaan puisi. Namun bukan persis di tanggal 17 Agustus, karena paginya mereka upacara bendera. Pilihannya, kegiatan akan diadakan keesokan harinya: 18 Agustus. Jadi semacam ramah tamah dalam rangka perayaan Proklamasi Kemerdekaan RI.
Secara ringkas, kepada Hasan Sijaya, saya sempat menceritakan pernah punya pengalaman bikin acara baca puisi Sajak-Sajak Merdeka di Makkareso. Juga bersama beberapa teman di Komunitas Puisi (KoPi) Makassar, pernah mencoba mengadakan Sajak Sabtu Sore di kafe.
Masih di kantor DPK Provinsi Sulawesi Selatan, yang berada di Jalan Sultan Alauddin Km 7, Makassar, saya sudah menjapri Nasrul, minta tolong dibuatkan flyer desain kegiatan pembacaan puisi.
Nasrul, adalah teman yang biasa mendesain buku-buku saya, juga desainer grafis yang membuat flyer, spanduk, backdrop, logo, dan lain-lain.












