Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Tema acara yang disiarkan live Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar itu, adalah “Merawat NKRI dengan Nyala dan Nyali Puisi”.

Acaranya diadakan malam hari, di lantai dua Gedung Perpustakaan Digital DPK Provinsi Sulawesi Selatan, supaya sinkron dengan slot waktu siaran langsung yang diberikan RRI Pro4 Makassar FM 92,5 Mhz.

Hari itu, ada peluncuran buku antologi puisi “Resolusi dalam Puisi” dari KoPi Makassar, dan penandatanganan MoU antara KoPi Makassar dengan Prodi Bahasa dan Sastra Daerah FBS UNM.

Sebagai inisiator KoPi Makassar, saya menyebut momen itu sebagai peristiwa bersejarah karena bisa launching buku dan menandatangani kesepahaman bersama dengan salah satu perguruan tinggi ternama di Sulawesi Selatan.

Kemasan acara yang ditampilkan teman-teman cukup variatif, antara lain rampak puisi, kelong bahasa Makassar, sanja Mangkasara, puisi berantai, musikalisasi puisi, serta kolaborasi lagu dan puisi.

Asis Nojeng dkk bahkan sempat mengejutkan hadirin. Pasalnya, mereka membaca puisi sambil membawa dupa, yang asapnya mengisi seisi ruangan.

BACA JUGA:  Arwan D Awing: Jurnalis Kilat, Arsiparis Berjalan, Kini Menjadi Penyair

Partisipan Sastra Sabtu Sore, edisi perayaan Hari Puisi Indonesia 2021, terdiri dari DPK Provinsi Sulawesi Selatan, LAPAKKSS, KoPi Makassar, Prodi Bahasa dan Sastra Daerah FBS UNM, Prodi Bahasa dan Sastra FKIP Unismuh, Bengkel Sastra UNM, Asosiasi Pelestari Bahasa Daerah, K-Apel, Akal dan Rasa, serta Bengkel Seni Bassi Unismuh Makassar.

Dukungan dari RRI Makassar, untuk siaran live, kembali diberikan ketika diadakan di SMPN 33 Makassar, atas ajakan Chairuddin Hakim, yang kala itu sebagai Plt Kepala SMP Negeri 33.

Chairuddin Hakim, selain pendidik, juga merupakan penyair, seniman, dan budayawan, serta penulis buku Kelong Mangkasara.

Berlokasi di SMP Negeri 33 Makassar
Jl. Tamalate 8 No. 1 Perumnas Tamalate, kami merayakan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan tajuk Kenduri Puisi Kemerdekaan, pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Acara diadakan bukan di hari Sabtu, karena alasan penyesuaian waktu dengan siaran RRI, dan momen tujuh belasan.

Kegiatan temu penyair, pembacaan puisi, serta pameran dan pembacaan Kelong Mangkasara ini, dirangkaikan pula dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Gerakan Literasi Sekolah antara KoPi Makassar dengan SMPN 33 Makassar.

BACA JUGA:  AKU ADALAH PANRITA

Sesuai semangatnya, kegiatan di sekolah memotivasi sejumlah guru dan siswa membacakan puisi-puisi mereka. Prof. Kembong Daeng, Chairuddin Hakim, Rosita Desriani, Muhammad Naafi Ramadhan, antara lain tampil membaca puisi.

*Kolaborasi dan Ekosistem Sastra*

Sastra Sabtu Sore terus bergerak. Guna memeriahkan Bulan Bahasa, kegiatan kolaboratif ini diadakan di The Gade Coffee & Gold, Jalan Tamalanrea Raya
Blok M Nomor 2, Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Buku yang dibincangkan adalah Kumpulan Puisi “Bermain di Pasar Ampenan” karya Agus K. Saputra. Selain Agus K Saputra, Yudhistira Sukatanya tampil sebagai pembicara, dengan moderator:
Melati Syahrir (Penggiat Literasi).

Di bulan Oktober, kembali diadakan Sastra Sabtu Sore, tepatnya pada tanggal 23 Oktober 2021, bertempat di The King Coffee Jalan Skarda N I Nomor 2 Makassar (dekat Puskesmas Mangasa).

Buku yang didiskusikan adalah kumpulan Cerpen “Memeluk Retak” karya I.R. Makkatutu, dengan narasumber I.R. Makkatutu (Penulis), Asis Nojeng (Akademisi), dan Damar I Manakku (Penerbit). Mami Kiko, yang dikenal sebagai pendongeng, bertugas sebagai moderator.

BACA JUGA:  Pameran Lukisan dan Dialog Antargenerasi di Mataram

Acara Sastra Sabtu Sore ini, dibuka dengan pembacaan puisi oleh Maysir Yulanwar, yang membacakan puisi karya Srie Astuti Asdy berjudul “Pulang ke Dasar Hatimu”.