Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Aktivis NGO senior, Asmin Amin, tampil dengan busana khas hitam-hitam membaca puisi. Sementara Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNM, Dr Mayong Maman, M.Pd, mengapresiasi karya-karya yang sudah ditelorkan Kembong Daeng.

“Jika dulu ada ungkapan Chairil Anwar, yang bukan penyair, tidak perlu ambil bagian, maka di Sastra Sabtu Sore, justru yang bukan penyair diajak, silakan terlibat,” ujar Yudhistira Sukatanya.

Yudhistira Sukatanya merupakan seorang penulis, sutradara teater, dan sastrawan, yang aktif memajukan dunia literasi. Mantan Kepala Stasiun RRI di Natuna dan Ternate, yang punya nama asli Eddy Thamrin ini, juga merupakan budayawan Sulawesi Selatan.

Walau berharap Sastra Sabtu Sore berlangsung kontinu, rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Kegiatan Sastra Sabtu Sore, baru bisa diadakan lagi pada Sabtu, 3 April 2021.

Kali ini, membahas buku anak, dalam rangka “Hari Buku Anak Sedunia”. International Children’s Book Day, diperingati setiap tanggal 2 April, untuk merayakan hari kelahiran penulis dongeng terkenal, Hans Christian Andersen, asal Denmark.

Saya mengajak Madia S. Nura, penulis buku cerita anak Sulawesi Selatan, sebagai pembicara. Sebagai penulis dan pembicara isu media dan anak, saya merasa pembahasan buku-buku bertema anak perlu lebih diberi ruang.

BACA JUGA:  Tudang Sipulung Balla Mangkasara akan Bahas Tari Rote Kupang NTT

Perempuan yang dikenal sebagai pendongeng dan akrab disapa Madia Gaddafi ini, sudah menghasilkan sejumlah buku, antara lain Pung Julung-Julung, Perpustakaan Paman Burhan, Petualangan Zea, Mae, dan Bassang, Pohon Besar di Bulan, Putri Rambut Kusut, Ayam Warna Warni, Sangiang Serri’ dan Kucing Penjaga Padi.

Acara dipandu Shafira Devi Amorita, S.IP, dari Rumah Dongeng, sebagai moderator. Acara ini diramaikan pula oleh beberapa murid SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, yang tampil membaca puisi.

Sastra Sabtu Sore berlanjut, Sabtu, 12 Juni 2021. Agus K Saputra yang, kala itu, belum lama pindah dari Kendari ke Makassar, seolah menemukan rumah baru.

Sebagai profesional yang berkarier di PT Pegadaian (Persero) tbk, Agus K Saputra terbilang produktif menciptakan puisi.

Bukunya, “Sepucuk Surat dan Kisah Masa Kecil”, dibincangkan dalam acara Sastra Sabtu Sore edisi ketiga.

Saya bertindak sebagai moderator, dengan narasumber, masing-masing Agus K. Saputra (Penulis Buku), Dr. Asis Nojeng (Akademisi/Penggiat Literasi), dan Damar l Manakku (Penyair/Penggiat Literasi).

Sastra Sabtu Sore selanjutnya membincangkan buku Sehimpun Puisi”Serpihan Tak Tersisa”
karya Nur Failia Majid, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar.