Rivalku Sahabat Terbaikku

Rivalku Sahabat Terbaikku
Moh Haekal Rumaday (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)

Yah kami berdua bukan lagi sekadar rival. Dia malah sudah saya anggap seperti saudara sendiri. Di tengah kesulitan saya menghadapi situasi hidup, dialah satu-satunya orang yang sering meluangkan waktu untuk membantu saya.

Kembali ke cerita kami, saya mencoba mencairkan suasana.

“Tenang saja bro, kita akan tetap bersaing dan selalu menunjukkan yang terbaik. Kamu di sini selalu tunjukan yang terbaik, begitupun saya di sekolah baru nanti. Perjalanan kita masih panjang tuk selalu memberikan yang terbaik brow,” kata saya.

“Aku punya satu permintaan bro,” ujarnya.

“Apa?” Tanya saya penasaran.

“Semoga persaingan kita ini tak pernah berhenti hingga kita sama-sama kuliah nanti bro. Meskipun kita tidak lagi bersaing di sekolah yang sama ataupun universitas yang sama nantinya,” katanya.

“Iya bro, mari kita bersaing dan tunjukkan yang terbaik bagi dunia. Semoga dengan begitu kita bisa memberi manfaat bagi banyak orang,” kata saya menutup obrolan kami hari itu. (*)

BACA JUGA:  Sukardi Weda, Sang "Profesor Pembelajar"