News  

“API Terus Menyala”, DPD API Sulsel Komitmen Dirikan Pilar Kedamaian dan Keberagaman

Makassar, NusantaraInsight – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pendeta Indonesia (DPD API) Provinsi Sulawesi Selatan resmi menggelar Konferensi Daerah (Konferda) ke-V Tahun 2026 di Gedung Serbaguna TYM, Jalan Domba, Kota Makassar, Kamis (22/10/2026). Dibalut suasana hangat, penuh kebersamaan, dan khidmat, forum lima tahunan ini menjadi pijakan strategis untuk mengevaluasi kinerja, memantapkan konsolidasi internal, serta menyusun peta jalan organisasi agar kian berdampak nyata bagi gereja, masyarakat, hingga nusa dan bangsa.

Perhelatan penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP API Pdt. Brigjen TNI (Purn) Drs. Harsanto Adi Soekamto, MM, M.Th, Ketua DPD API Sulsel Pdt. Daniel S. Kusbin, S.Th, serta Pembina Kristen Kemenag Sulsel Merpati Sampeliling bersama jajaran DPC API kabupaten/kota se-Sulsel.

Kehadiran unsur pemerintah turut memperkuat legitimasi acara, yakni Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi Kerakyatan Dr. Since Erna Lamba, SP, MP (merepresentasikan Wakil Gubernur Sulsel) dan Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik H. Ahmad Namsum, S.Ag, MM (merepresentasikan Wali Kota Makassar).

BACA JUGA:  Di Kecamatan Ujung Pandang, Wali Kota Makassar Tekankan Peran Sosial Masjid

Mengangkat tema inspiratif “Biarlah Rohmu Menyala-nyala dan Layanilah Tuhan”, Konferda V ini menegaskan komitmen para hamba Tuhan untuk merawat kejujuran, integritas, dan kepedulian sosial. Tema ini diproyeksikan menjadi kompas bagi seluruh pengurus dan anggota API dalam membangun kelembagaan yang tak sekadar kokoh secara struktur, tetapi juga responsif memancarkan manfaat lewat pelayanan rohani, aksi kemanusiaan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan oleh Dr. Since Erna Lamba. Pemprov Sulsel menaruh harapan besar agar forum ini melahirkan rumusan program kerja yang aplikatif dan visioner. Ditegaskan bahwa esensi pengabdian harus diejawantahkan secara riil—mulai dari uluran tangan bagi yang membutuhkan, keberanian menyuarakan kebenaran, hingga konsistensi merajut kedamaian di tengah masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau megahnya infrastruktur, melainkan dari kokohnya fondasi karakter dan solidaritas sosial. Oleh sebab itu, API diharapkan terus mengambil peran aktif sebagai perekat keberagaman, mengikis prasangka sosial, serta menyemaikan nilai kejujuran dan toleransi. Sinergi yang harmonis antara pemerintah dan lembaga keagamaan dianggap kunci utama dalam mewujudkan Sulawesi Selatan yang inklusif, sejahtera, dan damai.

BACA JUGA:  DPU dan BPBD Makassar Kolaborasi Bersihkan Kanal Mamajang

Nada dukungan senada ditiupkan Pemerintah Kota Makassar lewat arahan Wali Kota Munafri Arifuddin, SH, dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham yang disampaikan H. Ahmad Namsum. Pemkot Makassar berharap perhelatan ini dapat memunculkan figur-figur pengurus yang berdedikasi tinggi serta siap berkolaborasi. Keberadaan organisasi keagamaan dinilai sangat vital dalam merawat kerukunan umat dan menjadikan pluralisme sebagai modal sosial pembangun kota.

Sementara itu, Ketua Umum DPP API Pdt. Brigjen TNI (Purn) Drs. Harsanto Adi Soekamto, MM, M.Th, mengingatkan bahwa Konferda merupakan amanat konstitusi AD/ART yang wajib dijalankan secara berkala. Ia membeberkan tiga agenda krusial dalam forum ini: suksesi kepemimpinan yang demokratis, pembekalan kapasitas organisasi, serta penguatan tali silaturahmi antar-pendeta se-Sulsel. Dengan begitu, Konferda tak sekadar ajang pergantian pengurus, melainkan momentum pembaruan energi dan penajaman visi perjuangan.