Pesta Adat Aklammang di Desa Lantang, Wujud Filosofi Akbulo Sibatang

Ketika ditanya, dimakan dengan apa telur asin yang dijual? Dia menjawab enteng, “Makan dengan lammang, kalau ada mi lammang na sebentar.”

Beraneka jualan ditawarkan pedagang di sekitar area acara, yang di belakangnya terbentang persawahan.

Bakso, batagor, gorengan, minuman kemasan, balon, dan mainan anak-anak semua tersedia. Odong-odong tak mau ketinggalan, datang meramaikan acara.

Kami memilih pulang sebelum acara dimulai, khawatir nanti terjebak di tengah keramaian. Apalagi waktunya sudah menjelang jumatan.

Padahal, tadinya saya ingin melihat langsung rangkaian prosesi adat aklammang di Sungai Lantang ini, sebagaimana diceritakan Muhammad Ilham Syamsuddin, adik Nanda, semalam.

Ilham merupakan mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar. Ia anggota Karang Taruna Desa Lantang.

Ilham menggambarkan prosesi adat aklammang. Sebelum appassorong lammang oleh pinati, didahului angngaru Lantang, lalu suguhan Tari Salonreng, yang penarinya berbaju hijau. Tarian ini diiringi gendang (ganrang).

Saat itulah pinati annyorong lammang pelan-pelan penuh khidmat, yang ditaruh di atas rakit berbentuk rumah-rumahan. Di atas rakit itu, selain lammang, ada pula songkolo, telur, ayam bakar, daun sirih, buah pinang, kapur sirih, dan lilin merah.

BACA JUGA:  Harun Ar Rasyid Mengajak "Nyeruput To Riolo", Asal Jangan Camidu

Ketika kami sudah kembali, tamu-tamu mulai berdatangan ke rumah Daeng Kenna dan Daeng Ngerang.

Di antara tetamu itu adalah Hj Andi Tenri Citra Sari Daeng Karaeng dan suaminya, H Haeruddin Mallingkai Daeng Sekre, dari Gowa, dan Andi Maryam Marzuki Karaeng Bainea, dari Polongbangkeng, Takalar.

Tamu-tamu terus berdatangan setelah sholat Jumat. Selain keluarga dan tetangga desa, juga rekan-rekan guru Daeng Kenna dari Paud Nur Ichsan, Kepala SMA Negeri 8 Takalar, yang merupakan pimpinan Daeng Ngerang, dan beberapa guru juga hadir.

Pemandangan yang sama juga saya lihat di rumah-rumah warga lainnya. Keramaian tampak dari mobil-mobil dan sepeda motor yang berjejer di halaman atau terparkir di pinggir jalan. Ada yang malah memasang tenda, layaknya pesta, sambil berkaraoke lagu-lagu daerah Makassar.

Perayaan pesta adat aklammang tahun ini, dihadiri Bupati Takalar, Ir HM Firdaus Daeng Manye. Iring-iringan kendaraan dinas bupati terlihat melewati depan rumah Daeng Kenna, pagi tadi.

Di tahun-tahun sebelumnya, acara pesta rakyat ini pernah dihadiri Syahrul Yasin Limpo, semasa menjadi Menteri Pertanian, dan pernah pula dihadiri Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, di tahun 2023. (*)