*Tiga Langkah untuk Pekerja yang Menjalani Dua Pekerjaan*
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah kebijakan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perluasan akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi driver online. Kedua, pengembangan mekanisme pemantauan beban kerja dan sistem pengingat istirahat untuk mengurangi risiko kelelahan dan kecelakaan. Ketiga, diperlukan sistem *planned inactivity* yang memungkinkan driver menonaktifkan aktivitas secara terencana ketika harus menjalankan pekerjaan utama tanpa mendapatkan penalti kinerja secara otomatis.
Kebijakan tersebut penting agar fleksibilitas yang menjadi daya tarik pekerjaan berbasis platform tidak berubah menjadi beban yang sepenuhnya harus ditanggung pekerja.
*Dua Pekerjaan sebagai Cara Bertahan*
Pada akhirnya, fenomena *moonlighting* driver online di Makassar menunjukkan bahwa di balik satu akun pengemudi, terdapat kehidupan kerja yang jauh lebih kompleks. Ada pekerjaan utama yang harus dipertahankan, kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, tubuh yang harus dijaga, serta ketidakpastian ekonomi yang harus dihadapi.
Bagi para pekerja tersebut, memiliki dua pekerjaan bukan selalu tentang keinginan untuk bekerja lebih banyak. Dalam banyak kasus, dua pekerjaan menjadi cara untuk menciptakan ruang aman di tengah ketidakpastian.
**Di balik satu akun driver online, bisa terdapat dua pekerjaan, dua tuntutan, dan satu perjuangan untuk mempertahankan kehidupan yang tetap berjalan.**












