Bandung, NusantaraInsight — Akademisi dan insinyur perempuan Indonesia, Assoc. Prof. Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., memimpin delegasi Indonesia pada forum Steering Committee Meeting on ASEAN Engineering Inspectors (AEI) – Electrical Installation and Electronic, yang berlangsung dalam rangkaian 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) di Bandung, Jawa Barat, pada 20–23 Oktober 2026.
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas perkembangan standar teknis, kompetensi profesional, keselamatan instalasi, dan praktik terbaik (best practices) di kawasan ASEAN. Dalam forum tersebut, Indonesia mengangkat sejumlah agenda prioritas pada bidang AEI Electrical Installation dan AEI Electronic, sekaligus menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan standar dan penguatan kolaborasi keinsinyuran regional.
Kepemimpinan Sirmayanti dalam delegasi Indonesia mencerminkan peran akademisi dan perempuan insinyur dalam diplomasi teknis, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan profesi keinsinyuran lintas negara.
Indonesia Dorong Agenda Prioritas Electrical Installation
Pada bidang AEI Electrical Installation, Indonesia menyoroti sejumlah topik strategis yang berkaitan dengan keselamatan, keandalan, dan harmonisasi instalasi kelistrikan di kawasan ASEAN.
Agenda prioritas yang diangkat meliputi harmonisasi ASEAN Cable Color Code, pengakuan terhadap Electrical Competent Persons, serta persyaratan dan frekuensi inspeksi instalasi listrik, termasuk pembahasan kemungkinan inspeksi berkala setiap tahun.
Indonesia juga menyoroti standar dan regulasi instalasi tegangan rendah (Low Voltage Electrical Standards and Regulations), persyaratan pembumian tegangan rendah (LV Earthing Requirements), serta sistem proteksi petir (Lightning Protection).
Sejalan dengan perkembangan teknologi energi dan infrastruktur digital, agenda lainnya mencakup instalasi sistem tenaga surya fotovoltaik (Solar PV Installation), instalasi pengisian kendaraan listrik (EV Installations), dan pedoman kelistrikan untuk pusat data (Data Centre Electrical Guideline).
Pembahasan berbagai topik tersebut penting untuk mengidentifikasi perbedaan regulasi antarnegara, berbagi pengalaman penerapan standar, serta mengeksplorasi peluang penyusunan pedoman yang dapat menjadi referensi bersama. Harmonisasi tidak hanya berkaitan dengan keselarasan ketentuan teknis, tetapi juga dengan peningkatan keselamatan, kualitas inspeksi, dan kompetensi tenaga profesional.
Indonesia memandang agenda ini sebagai peluang untuk memperkuat kontribusi dalam pengembangan standar regional yang responsif terhadap kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta kondisi masing-masing negara anggota ASEAN. Indonesia juga siap mengambil peran lebih aktif dalam pertukaran pengetahuan dan pengembangan praktik terbaik yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan kawasan.
AEI Electronic: AI, Cybersecurity, dan Semikonduktor
Pada bidang AEI Electronic, Indonesia menempatkan tiga area teknologi sebagai perhatian strategis, yaitu Artificial Intelligence (AI), Cybersecurity, dan semikonduktor.
Perkembangan AI membuka peluang penerapan teknologi cerdas pada berbagai sistem elektronik dan industri. Namun, meningkatnya pemanfaatan sistem digital juga menuntut perhatian terhadap keamanan siber untuk melindungi sistem, data, dan infrastruktur yang saling terhubung.
Sementara itu, semikonduktor merupakan komponen fundamental dalam pengembangan perangkat elektronik, sistem komunikasi, komputasi, otomasi, kecerdasan buatan, dan berbagai teknologi digital. Penguatan kompetensi, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi di bidang ini menjadi semakin relevan bagi upaya meningkatkan kapasitas teknologi kawasan ASEAN.












