News  

Sirmayanti Bawa Agenda Strategis Indonesia dalam Forum ASEAN Engineering Inspectors di CAFEO 44,

Di Indonesia, pengembangan talenta semikonduktor juga menjadi salah satu agenda strategis nasional. Danantara Indonesia, bekerja sama dengan perusahaan teknologi Arm serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), telah meluncurkan program pelatihan untuk memperkuat kompetensi nasional dalam desain chip semikonduktor. Program yang diluncurkan pada Mei 2026 tersebut menargetkan pengembangan hingga 15.000 talenta Indonesia, dengan tahap awal pelatihan dirancang menjangkau hingga 1.000 peserta dari kalangan insinyur, lulusan baru, dan mahasiswa. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, membangun keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri, serta meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi bernilai tambah.

Dalam konteks tersebut, pembahasan semikonduktor pada forum AEI Electronic menjadi relevan bagi Indonesia untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan praktik profesional di tingkat ASEAN. Sinergi antara pengembangan talenta, pendidikan tinggi, riset, industri, dan kerja sama regional diharapkan dapat mendukung ekosistem semikonduktor yang lebih kuat serta memperbesar peluang Indonesia untuk berkontribusi dalam rantai nilai teknologi global.

Ketiga bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan telekomunikasi, elektronika, dan transformasi digital. Oleh karena itu, kerja sama regional diharapkan dapat memperluas pertukaran pengalaman teknis, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mendukung pengembangan standar dan praktik profesional yang sesuai dengan kebutuhan teknologi masa depan.

BACA JUGA:  Ada Apa? Gubernur Kaltara "Siram" Ketua DPRD

Indonesia Perkuat Peran dalam Pengembangan Standar dan Best Practices ASEAN

Melalui partisipasi aktif dalam kelompok kerja AEI, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat perannya dalam pembahasan dan pengembangan standar teknis regional, khususnya di bidang instalasi kelistrikan dan elektronika.

Kontribusi tersebut dapat dikembangkan melalui penyampaian masukan teknis, pertukaran pengalaman penerapan standar nasional, identifikasi kesenjangan regulasi, serta pengembangan praktik inspeksi dan kompetensi profesional. Proses ini membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara organisasi profesi, regulator, perguruan tinggi, dan industri.

Bagi Indonesia, penguatan agenda AEI Electrical Installation berkaitan dengan kebutuhan meningkatkan keselamatan instalasi, keandalan infrastruktur kelistrikan, dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi seperti energi surya dan kendaraan listrik. Sementara itu, AEI Electronic membuka ruang kolaborasi dalam bidang AI, keamanan siber, dan semikonduktor yang semakin penting bagi daya saing industri.

Sebagai Main Representative Indonesia, Sirmayanti membawa perspektif keilmuan dan profesional ke dalam forum tersebut. Peran ini menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam pembahasan standar, pengembangan kompetensi, dan penerapan praktik terbaik keinsinyuran ASEAN.

BACA JUGA:  Ini Langkah Bersejarah DPC Elang Timur Indonesia Kota Makassar

Kepemimpinan Indonesia dalam agenda tersebut diharapkan tidak berhenti pada partisipasi dalam pertemuan, tetapi dapat berlanjut melalui kontribusi teknis, pertukaran pengalaman, serta keterlibatan dalam tindak lanjut yang disepakati bersama oleh negara-negara anggota.

Kepakaran Bidang Elektro dan Peran Perempuan Insinyur

Sirmayanti merupakan akademisi dan peneliti Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dengan kepakarannya berkontribusi dalam pengembangan teknologi komunikasi dan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.