News  

Sirmayanti Bawa Agenda Strategis Indonesia dalam Forum ASEAN Engineering Inspectors di CAFEO 44,

Latar belakang keilmuan tersebut memberikan perspektif yang relevan dengan pembahasan elektronika, infrastruktur komunikasi, dan transformasi digital. Keterlibatannya dalam forum AEI–AFEO juga memperlihatkan bahwa kontribusi akademisi dapat menjangkau pengembangan standar, kompetensi, dan praktik profesional di tingkat regional.

Partisipasi perempuan insinyur dalam forum teknis internasional memiliki arti penting dalam memperluas representasi perempuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Melalui peran kepemimpinan dan keterlibatan dalam diskusi teknis, perempuan insinyur dapat menyumbangkan perspektif dalam menjawab tantangan pembangunan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan industri masa depan.

Berpartisipasi dalam WEAFEO, Memperkuat Jejaring Perempuan Insinyur ASEAN

Selain mengikuti pertemuan teknis AEI–AFEO, Sirmayanti turut berpartisipasi dalam kegiatan Women Engineers of AFEO (WEAFEO), forum yang menjadi wadah kolaborasi dan penguatan peran perempuan insinyur di kawasan ASEAN. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian CAFEO 44 yang mempertemukan perempuan insinyur dan perwakilan organisasi profesi dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Forum WEAFEO menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring profesional, serta mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Kehadiran delegasi perempuan insinyur dari sekitar 10 negara di kawasan ASEAN memperlihatkan pentingnya kolaborasi regional dalam membangun kepemimpinan, meningkatkan kapasitas profesional, dan memperluas kesempatan perempuan untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi.

BACA JUGA:  Pemprov Kaltara Gandeng Australia Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi

Partisipasi Sirmayanti dalam forum ini melengkapi kiprahnya pada pertemuan teknis AEI–AFEO. Jika dalam kelompok kerja AEI ia terlibat dalam pembahasan agenda standardisasi instalasi kelistrikan dan elektronika, melalui WEAFEO ia turut menjadi bagian dari jejaring profesional yang memperkuat solidaritas, kolaborasi, dan representasi perempuan insinyur di tingkat regional.

Keterlibatan dalam kedua forum tersebut mencerminkan bahwa kontribusi perempuan insinyur tidak hanya dibutuhkan dalam pengembangan teknologi dan standar teknis, tetapi juga dalam membangun jejaring profesional, kepemimpinan, dan kerja sama lintas negara. Melalui partisipasi aktif dalam AEI–AFEO dan WEAFEO, Sirmayanti turut memperkuat kehadiran Indonesia dalam komunitas keinsinyuran ASEAN.

Raih Honorary Membership AFEO pada CAFEO 44

Dalam rangkaian CAFEO 44, Sirmayanti juga menerima Honorary Membership Award dari The ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO). Penghargaan ini menjadi pengakuan kehormatan yang melengkapi kiprahnya sebagai akademisi, peneliti, dan insinyur yang terlibat dalam kerja sama keinsinyuran regional.

Dalam penganugerahan AFEO Honorary Fellow & Member Award, Sirmayanti tercatat bersama sejumlah tokoh nasional dari berbagai sektor, termasuk pimpinan lembaga negara, pimpinan perguruan tinggi, pemimpin perusahaan strategis, dan tokoh senior keinsinyuran Indonesia.

BACA JUGA:  PWI Sulsel Gelar Audiensi dengan PT Semen Tonasa

Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi perempuan insinyur Indonesia serta komunitas akademik PNUP. Penghargaan tersebut juga menjadi momentum untuk terus memperkuat kontribusi profesional, meningkatkan kolaborasi lintas negara, dan mendorong keterlibatan lebih luas perempuan dalam pengembangan teknologi.

Melalui kepemimpinan delegasi Indonesia pada pertemuan AEI Electrical Installation dan Electronic, partisipasinya dalam WEAFEO, serta penerimaan Honorary Membership AFEO, Sirmayanti diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi Indonesia dengan negara-negara ASEAN, khususnya dalam pengembangan standar, peningkatan kompetensi, dan penerapan praktik terbaik keinsinyuran.