Hadiri Upacara 17an, Ada Lagu Iwan Fals di Gubernuran Sulawesi Selatan

Oleh: Rusdin Tompo (Komisioner KPID Sulawesi Selatan, 2007-2010, dan 2011-2014)

Makassar, NusantaraInsight — Tanggal 17 Agustus 2026 ini, usia Republik Indonesia sudah 81 tahun. Selain pesta rakyat yang menggelar lomba-lomba khas 17-an, salah satu yang saya suka ikuti, adalah Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, dari Istana Merdeka, yang disiarkan melalui stasiun TV.

Itu acara kenegaraan yang menggetarkan nasionalisme, bukan saja pada saat upacara penaikan bendera, melainkan juga saat penurunan sang saka Merah Putih.

Tentu saja saya tidak bisa bercerita seperti apa suasana di Istana Merdeka karena hingga sejauh ini, belum berkesempatan hadir secara langsung di sana. Namun, yang saya mau cerita di sini, adalah Upacara HUT Kemerdekaan RI di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan (Gubernuran), Jalan Sungai Tangka, Makassar.

Dari jalan raya keramaian sudah terasa. Petugas sibuk mengatur arus lalu lintas di empat mata jalan yang ada di situ: Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sungai Saddang, Jalan Sungai Tangka, dan Jalan Gunung Klabat. Karangan bunga ucapan Dirgahayu Republik Indonesia memenuhi hampir semua ruas jalannya.

BACA JUGA:  Ini, dari Lakon ke Lakon (2): (Perjalanan R. Eko Wahono Bersama Teater Lho Indonesia)

Dahulu, saat masih jadi reporter Radio Bharata FM, tahun 1996-2000, saya juga sering meliput kegiatan upacara di sana. Hanya saja, vibes-nya terasa beda ketika saya hadir sebagai komisioner KPID Sulawesi Selatan.

Apa sebab? Karena ada undangan resmi kepada KPID, sebagai lembaga negara independen. Tentu tidak pernah terbayangkan, akan hadir di gubernuran dengan Pakain Sipil Lengkap (PSL), berjas warna gelap, pin emas Garuda di dada sebelah kiri, plus kopiah di kepala.

*Lagu “Negara” Iwan Fals*

Periode di awal saya masih menjadi anggota KPID, 2007-2010, Gubernur Sulawesi Selatan, adalah Mayor Jenderal TNI (Purn) HM Amien Syam. Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, dan politisi Partai Golkar itu, nanti digantikan oleh Dr Syahrul Yasin Limpo, yang sebelumnya merupakan wakilnya.

Syahrul Yasin Limpo berpasangan dengan Agus Arifin Nu’mang (Sayang), terpilih setelah memenangkan pilkada langsung pertama, di tahun 2007. Ini tonggak sejarah, di mana mereka yang punya hak pilih mencoblos langsung, memberikan suaranya, bukan melalui mekanisme perwakilannya di DPRD.

BACA JUGA:  Ahmad M Sewang, Seorang Intelektual Ulama

Begitu menjadi orang nomor satu Sulawesi Selatan, ada nuansa lain yang dihadirkan saat peringatan HUT Kemerdekaan RI. Gubernuran terasa lebih kasual, tetapi tetap khidmat.

Suasana tidak formal itu, paling terasa ketika kelompok paduan suara, yang merupakan gabungan pelajar dari berbagai sekolah, menyanyikan lagu “Negara”, ciptaan Iwan Fals. Lazimnya, paduan suara yang berada di sisi selatan, yang menghadap ke panggung utama, membawakan lagu-lagu perjuangan atau lagu wajib nasional.