Barru, NusantaraInsight — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja “Detektif Jajanan Sehat: Edukasi Pemilihan Jajanan Aman dan Bergizi pada Anak Sekolah Dasar” di UPTD SDN 96 Barru, UPTD SDN 97 Barru, dan UPTD SDN 98 Barru. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya memilih jajanan yang aman, sehat, dan bergizi di lingkungan sekolah.
Program edukasi ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan anak usia sekolah yang cenderung memilih jajanan berdasarkan rasa, bentuk, warna, dan daya tarik makanan tanpa selalu memperhatikan kandungan gizi maupun kebersihannya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK mengajak siswa untuk lebih cermat dalam mengenali dan memilih jajanan yang dapat mendukung kesehatan serta pertumbuhan mereka.
Kegiatan diawali dengan perkenalan dan ice breaking untuk membangun suasana yang menyenangkan dan meningkatkan antusiasme siswa. Selanjutnya, mahasiswa KKN-PK melakukan asesmen pengetahuan awal secara interaktif dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana kepada siswa mengenai kebiasaan jajan dan pilihan makanan yang mereka konsumsi sehari-hari. Pada tahap ini dilakukan sesi tanya jawab langsung kepada siswa/siswi agar sesuai dengan karakteristik dan usia peserta didik.
Setelah mengetahui gambaran pengetahuan awal siswa, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi interaktif menggunakan media poster dan flashcard. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jajanan sehat dan kurang sehat, contoh jajanan yang dapat dikonsumsi lebih sering maupun yang sebaiknya dibatasi, serta cara memilih jajanan yang bersih, bergizi, dan sesuai untuk dikonsumsi oleh anak sekolah.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN-PK juga menjelaskan berbagai dampak yang dapat terjadi apabila anak terlalu sering mengonsumsi jajanan yang kurang sehat. Siswa diberikan pemahaman bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak secara berlebihan dapat berdampak terhadap kesehatan, seperti meningkatkan risiko gigi berlubang, gangguan berat badan, serta dapat memengaruhi kebiasaan makan dan kesehatan anak.
Untuk membuat kegiatan lebih menarik, edukasi kemudian dilanjutkan dengan permainan “Detektif Jajanan Sehat”. Dalam permainan tersebut, siswa diajak mengamati dan mengelompokkan berbagai gambar jajanan berdasarkan kategori jajanan sehat dan jajanan kurang sehat. Melalui permainan ini, siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dilibatkan secara langsung untuk menentukan pilihan jajanan dan memberikan alasan atas pilihan mereka.












