Di saat tudingan menuding-nuding akan keterlibatan meninggalnya perempuan cantik dalam pangkuannya: sang polisi sibuk membela diri tanpa air mata dan kesedihan. *****
FIKSI MINI (9) : Kisah Cinta: Bermula dari Masker Berwarna Krem
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

“Mereka sangat berani mengangkangi aturan-aturan di negeri ini, ya?” Dani tersenyum. Menepuk pundak saya, lalu berbisik ke telinga saya: “Mereka berani lantaran punya uang membeli aturan dan pejabat-pejabatnya.” Saya diam….

“Pasti aku datang, Pak Haji.” Dindong merespon ajakan Haji Beni dengan raut wajah senyum terkulum sembari tertunduk hormat. Sekitar pukul delapan malam, Dindong memenuhi janjinya. Dia tak perlu mengetuk pintu….

“Sudahlah, Ma.” “Saya menyesal memilih dia dulu saat pemilihan wali kota, Pa.” “Tidak boleh begitu, Ma. Setiap wali kota memang berbeda visinya. Ada Pak Wali membiarkan tumbuh para pedagang kaki…

Oleh Andi Wanua Tangke Badaru, mantan gubernur di sebuah negeri. Sepuluh tahun berkuasa. Dua periode. Disenangi rakyatnya. Ada juga rakyat tak menyenanginya. Bila rakyat tak menyenangi kebijakannya itu mengkritiknya, tampillah…

—————- Catatan: Cerita ini hasil revisi. Sebelumnya pernah dimuat di media. Berita Terkait FIKSI MINI (17): Menteri Tak Tahu, Tuhan Tahu FIKSI MINI (16): Selingkuh Berujung Darah FIKSI MINI…







