Mahasiswa KKN-Unhas Perkuat Branding UMKM di Kelurahan Manggala: Dari Identitas Merek hingga Pemanfaatan AI

Makassar, NusantaraInsight — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Prestasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program penguatan branding produk lokal untuk meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, pada 13 Agustus 2026. Kegiatan yang merupakan program kerja pribadi mahasiswa Faradiba Nur Kumayla, S. prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut menghadirkan rangkaian sosialisasi, materi praktik, dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM setempat.

Kegiatan dibuka dengan paparan mengenai konsep dasar branding, meliputi identitas merek, nilai jual, dan elemen visual yang menjadi pembeda produk di pasar. Dalam sesi ini, mahasiswa menjelaskan bagaimana penguatan identitas merek mampu meningkatkan pengenalan produk dan kepercayaan konsumen, sehingga berpotensi mendorong penjualan dan memperkuat posisi UMKM dalam persaingan lokal.

Selain teori, acara juga menampilkan praktik pembuatan desain sederhana dan strategi promosi digital. Peserta mendapatkan panduan pembuatan logo, kemasan, dan materi promosi yang komunikatif serta mudah diterapkan. Sesi praktik diarahkan agar UMKM mampu mempresentasikan keunggulan produk secara ringkas dan menarik bagi calon pembeli.

BACA JUGA:  Perkaya Ilmu dan Pengalaman, SMA IT Shohwatul Is'ad Laksanakan Outing Class

Salah satu fokus kegiatan adalah pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI), untuk mendukung pengembangan produk dan promosi. Mahasiswa memberikan contoh-contoh aplikasi AI yang dapat membantu pembuatan desain cepat, penyusunan deskripsi produk menarik, serta optimasi konten untuk platform penjualan daring. Pendekatan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan alat digital sederhana tanpa memerlukan biaya besar.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan pendampingan personal, di mana mahasiswa memberikan masukan langsung terhadap produk peserta, mulai dari penajaman nilai jual unik (unique selling proposition), perbaikan tampilan produk, hingga strategi penentuan harga dan saluran pemasaran. Beberapa UMKM peserta mengaku mendapat ide konkret untuk meningkatkan daya tarik produknya setelah mengikuti sesi ini.

Faradiba Nur Kumayla, selaku penggagas program kerja, menyatakan tujuan kegiatan adalah membantu UMKM setempat membangun identitas merek yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Dengan pemahaman branding yang baik dan pemanfaatan teknologi sederhana, UMKM diharapkan lebih kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Puluhan Siswa/Mahasiswa Ikuti Workshop Menulis Berita/Artikel Sejarah Budaya Tana Luwu

Pihak kelurahan dan pelaku UMKM memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa. Kepala RW setempat menyatakan kegiatan tersebut relevan dengan upaya peningkatan ekonomi lokal dan mendorong kolaborasi antara kampus dan komunitas. Para peserta berharap program pendampingan berkelanjutan agar penerapan strategi branding dapat dipantau dan disempurnakan.