Hadirkan Maestro, SMPN 1 Tomia Siapkan Workshop Sastra dan Seni Pertunjukan Berbasis Kearifan Lokal

Wakatobi, NusantaraInsight — SMP Negeri 1 Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara menyiapkan workshop sastra, seni pertunjukan berbasis muatan lokal yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026.

Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat pembentukan panitia di Ruang Guru SMP Negeri 1 Tomia, Kelurahan Tongano Barat, Kecamatan Tomia Timur, Senin (28/9/2026).

Rapat dipimpin Kepala SMP Negeri 1 Tomia, Umardin, S.Pd. Dalam pertemuan itu, panitia merumuskan susunan kepengurusan, pembagian tugas, serta alur teknis pelaksanaan workshop.

Umardin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam bidang literasi, seni, dan kebudayaan.

“Workshop ini sangat krusial bagi pengembangan potensi siswa dan guru. Harapan kami seluruh panitia yang telah dibentuk dapat bekerja maksimal mempersiapkan segala kebutuhan teknis agar acara berjalan lancar,” ujar Umardin.

Kolaborasi dengan Alumni

Workshop ini diselenggarakan melalui kerja sama SMP Negeri 1 Tomia, Teater Kita Makassar, dan Forum Sastra Kepulauan.

Dua narasumber utama yang dihadirkan merupakan alumni SMP Negeri 1 Tomia, yakni Dr. Drs. Asia Ramli, M.Pd., atau yang dikenal dengan nama Ram Prapanca, serta Drs. H. La Ode Boa, M.Si., yang bertindak sebagai moderator.

BACA JUGA:  Jaksa Masuk Sekolah di SMAN 2 Enrekang: Kenali Hukum, Jauhi Hukuman

Asia Ramli merupakan maestro teater, penyair, sekaligus dosen Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.

Sementara La Ode Boa dikenal sebagai sastrawan dan mantan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Wakatobi.

Ditemui di studionya di Makassar, Senin (28/9/2026), Asia Ramli mengatakan, keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut berangkat dari kecintaan terhadap almamater dan tanah kelahirannya.

Semula, ia hendak bertolak ke Tomia untuk mendampingi istrinya dalam agenda Reuni Alumni SMP Negeri 1 Tomia Angkatan ’79. Namun, kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada guru, siswa, serta komunitas lokal.

“Materi workshop yang akan kami berikan meliputi penulisan puisi praktis, pengolahan seni pertunjukan kolaboratif sastra, teater, tari, dan musik hingga tata cara penyusunan proposal bantuan dana hibah kebudayaan,” kata Asia Ramli.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong guru dan komunitas lokal mengakses berbagai program pendanaan kebudayaan, termasuk Dana Indonesiana dan bantuan kebahasaan.

Angkat Tradisi Maritim Tomia

BACA JUGA:  Prof. Dr. Umar Congge: UMSI Berkolaborasi Internasional dengan Universitas Muhammadiyah Malaysia Menuju Kampus Global

Selain membahas teori sastra dan seni pertunjukan, workshop tersebut akan mengeksplorasi kearifan lokal masyarakat Pulau Tomia.