S. Sinansari Ecip, sebagaimana pengakuannya, memang tidak sempat membayar utang buku kepada emaknya. Namun, atas kegemarannya membaca buku-buku, ia kini berdiri di hadapan sejarah, memperlihatkan kepada emak yang dicintainya, sebuah mahkota dengan permata buku-buku yang ditulisnya. Namanya tercetak pada sampul buku itu, dan cerita indah tentang hubungan kasih sayang ibu dan anak, direkatkan dalam buku tersebut. (*)












