Hadiri Kongres Pemuda Sulsel, Kadisdik Suarakan Sekolah Anti-Kekerasan dan Ruang Ekspresi Positif bagi Siswa

Makassar, NusantaraInsight— Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ibu Achi Soleman, S.STP., M.Si menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri diskusi bertajuk “Gelar Wicara BerkolaborAKSI Pemuda dan Pemerintah: Dari Suara ke Dampak” yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Kongres Pemuda Sulawesi Selatan.

Dalam forum kolaboratif tersebut, Kepala Dinas Pendidikan menyoroti pentingnya penanganan dan pencegahan kekerasan serta tindakan perundungan (bullying) di satuan pendidikan. Lingkungan belajar yang bebas dari rasa takut dinilai sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi muda Sulawesi Selatan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

“Sekolah harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar dan tumbuh. Kita tidak boleh memberi toleransi sedikit pun terhadap aksi kekerasan maupun bullying di sekolah. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama mewujudkan ‘Sekolah Anti-Kekerasan’,” tegasnya di hadapan ratusan pemuda, aktivis, dan insan pendidikan yang hadir.

Selain gerakan anti-kekerasan, Kepala Dinas Pendidikan juga mendorong para guru dan tenaga pendidik untuk lebih aktif memfasilitasi serta menciptakan ruang-ruang ekspresi positif bagi siswa. Menurutnya, potensi besar pemuda dan pelajar tidak akan berkembang maksimal jika kreativitas dan aspirasi mereka terbatasi.

BACA JUGA:  Paniai Siapkan Jakstrada Sampah, Akademisi Dorong Implementasi Regulasi dan Basis Data GIS

“Para guru adalah kunci perubahan di sekolah. Kami mendorong bapak dan ibu guru untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menjadi fasilitator yang membuka ruang ekspresi positif bagi siswa. Mulai dari seni, olahraga, organisasi, hingga inovasi digital—berikan mereka panggung untuk menyalurkan energi dan suara mereka,” tambahnya.

Diskusi bertema “BerkolaborAKSI Pemuda dan Pemerintah: Dari Suara ke Dampak” ini dirancang untuk menjembatani aspirasi pemuda dengan pembuat kebijakan. Kehadiran Dinas Pendidikan Kota Makassar menjadi bukti nyata bahwa suara dan ide kreatif pemuda didengar dan ditindaklanjuti secara langsung melalui aksi nyata pemerintah daerah.

Kongres Pemuda Sulawesi Selatan sendiri diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi melahirkan generasi muda Sulawesi Selatan yang kritis, kreatif, serta berkontribusi aktif bagi kemajuan daerah dan bangsa.