Catatan Pinggir Festival Sastra Kepulauan IX: Om Chaer Melihat yang Nyaris Terlupakan

Penyair ber-NIP ini, lahir di Makassar pada 16 Juni 1962. Menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Ujungpandang (sekarang Universitas Negeri Makassar) dan pernah tercatat sebagai mahasiswa pada Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai kegiatan seni dan sastra. Di IKIP Ujungpandang ia mendirikan dan mengetuai Kelompok Studi Apresiasi Sastra (KESAS) dan membina beberapa organisasi seni dan sastra lainnya.

Selama berdinas sebagai guru bahasa dan sastra, ia pun mendirikan Forum Pemerhati Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Sulawesi Selatan (FP2-BSI Sulsel) yang banyak melatih guru dan melakukan seminar, workshop, dan kegiatan kemah sastra kerjasama dengan lembaga-lembaga perguruan tinggi di Sulsel.

Kariernya sebagai guru beriringan dengan kariernya sebagai penyair. Setelah mengabdi sebagai guru di daerah wisata “Danau Tempe”, ia kembali ke tanah kelahirannya, Kota Makassar menggeluti dunia pendidikan, seni dan sastra.

Di kota tersebut, ia mengajar pada SMP Negeri 3 Makassar hingga terangkat menjadi pengawas pendidikan kemudian menjadi Kepala Sekolah.

BACA JUGA:  BUKAN AKHIR DUNIA

Sambil berdinas sebagai guru, pengawas dan Kepala Sekolah sejak tahun 2000 hingga sekarang, ia pun mengabdi sebagai dosen Luar Biasa pada beberapa perguruan tinggi.
Chaeruddin Hakim mengajar beberapa mata kuliah, antara lain Pengkajian Drama Indonesia, Pengkajian Prosa Fiksi Indonesia, Apresiasi Prosa Fiksi Indonesia, Pengembangan Motorik dan Bahasa Anak, Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia, Evaluasi Pengajaran, Disain Pembelajaran, Ilmu Budaya Dasar dan beberapa mata kuliah lainnya.

Sementara dalam organisasi seni, sastra, dan budaya, ia pernah menjadi Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Sulawesi Selatan (1996), Sekretaris Umum Himpunan Sasrajana – Kesusastraan Indonesia Komisariat Sulawesi Selatan (2002), Wakil Ketua Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Kota Makassar (2003), dan Direktur Lembaga Kerja sama Kantong-kantong Budaya (LK3B) Sulawesi Selatan (2002).

Ia juga pernah dipercaya sebagai Koordinator bidang Sastra Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta (2000-2010), Penasihat Badan Kerja sama Kesenian Indonesia Kota Makassar (2007-2012), serta Koordinator Lembaga Pendampingan Pengembangan Kompetensi Guru ”RUMAH BELAJAR” Sulawesi Selatan (2010-).

BACA JUGA:  KOTA MAKASSAR SIAP MERAIH SWASTI SABA

Chaeruddin Hakim juga banyak mengikuti pelatihan profesi, pertemuan-pertemuan ilmiah bidang sosial, kependidikan, kebahasaan dan kesenian baik di tingkat provinsi maupun maupun di tingkat nasional.
Lelaki yang mengaku “takut” naik pesawat lantaran selalu berimajinasi liar ini, punya “pusat dokumentasi” kecil yang menampung buku-buku sastra dan budaya di rumahnya dan sering dibuka untuk masyarakat umum.