Jadi, apakah takdir kita—apakah kita akan menjadi bodoh, cerdas, pintar, berbakat, atau sukses—sudah ditentukan? Semua bergantung pada bagaimana kita berusaha setiap hari untuk memperbaiki diri, sedikit demi sedikit. Penulis meminjam perkataan James Clear dalam bukunya Atomic Habits: “Pencapaian kita hari ini adalah produk aktivitas atau kebiasaan sehari-hari—bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup” jadi setiap pengalaman dan perubahan kecil yang dilakukan hari ini akan memiliki dampak luar biasa dikemudian hari.
Nature vs Nurture: Apa yang membentuk siapa kita ?
Rekomendasi untuk kamu

Tetapi berapa banyak hati yang pernah kita rangkul, berapa banyak langkah yang pernah kita dampingi, dan berapa banyak saudara yang merasa bahwa dirinya tidak pernah berjalan sendirian. Hilidan, yes! Himongi,…

Oleh: Moh Haekal Rumaday (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar) Makassar, NusantaraInsight — Menyelesaikan studi di perguruan tinggi adalah impian sekaligus tantangan besar bagi setiap mahasiswa, terutama ketika memasuki fase akhir penyusunan…

Dalam kampanyenya, Lang pernah menyatakan bahwa salah satu tindakan pertamanya apabila terpilih adalah melarang Islam. Ini bukan lagi sekadar kritik terhadap kebijakan tertentu. Ini sudah menyentuh identitas agama secara keseluruhan….

For younger artists in Makassar and beyond, Ishakim’s path offers a model of practice that is neither purely commercial nor strictly academic. Instead, it privileges a connective arts practice: one…

Pengurus LAPAKKSS Sulsel: yang merupakan wadah untuk menghidupkan diskusi, bedah buku, dan gerakan literasi di Sulsel, utamanya budaya lokal Makassar. Pengurus DPP Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI): menunjukkan keterlibatan pada…







