Jadi, apakah takdir kita—apakah kita akan menjadi bodoh, cerdas, pintar, berbakat, atau sukses—sudah ditentukan? Semua bergantung pada bagaimana kita berusaha setiap hari untuk memperbaiki diri, sedikit demi sedikit. Penulis meminjam perkataan James Clear dalam bukunya Atomic Habits: “Pencapaian kita hari ini adalah produk aktivitas atau kebiasaan sehari-hari—bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup” jadi setiap pengalaman dan perubahan kecil yang dilakukan hari ini akan memiliki dampak luar biasa dikemudian hari.
Nature vs Nurture: Apa yang membentuk siapa kita ?
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Ambulance laut adalah satu dari sekian banyak program pemerintah yang belum menjadi solusi. Berhenti di tengah jalan, menyisakan aset berkarat dan tak tahu mau diapakan. Apakah pete-pete laut yang baru…

Ibrahim Pratama: Sekjen MPP ADPERTISI/Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Muslim Indonesia Makassar, NusantaraInsight — Semangat kebangkitan nasional secara historis tidak pernah lahir dalam kondisi ideal, melainkan justru tumbuh sebagai…

Nama “Balla Barakka” sendiri berarti “Rumah Berkah” dalam bahasa Makassar. Konsepnya bukan museum, tapi rumah adat yang difungsikan sebagai ruang hidup budaya. Sebelum ada Balla Barakka, area tersebut dikenal kotor…

Lalu beberapa menit setelahnya, masuk lagi pesan yang membuat saya makin tersenyum. “Habibi mau buat sendiri kurikulumnya 😄’ ~ ucap bu Vera Saya membayangkan seorang anak muda yang baru saja…

Jelas secara ekonomi, perkembangan media baru memaksa homeless media untuk hidup kian subur di bawah bayang-bayang algoritma platform milik korporasi teknologi global. Efeknya menciptakan dilema kritis, demi mempertahankan eksistensi dan…








