Nature vs Nurture: Apa yang membentuk siapa kita ?

Jadi pada akhirnya, kita tahu apa yang terkandung dalam DNA kita, hanyalah sebatas potensial murni yang tidak ada artinya apabila tidak diimbangi dengan pendidikan dan kerja keras. Walaupun kita tidak sepenuhnya terlahir sebagai tanah liat tanpa wujud, kita juga tidak terlahir dengan takdir dan masa depan yang sudah tertata rapi di depan mata. Kita semua terlahir dengan potensial laten yang tidak dapat kita lihat, baik itu dalam bidang akademis, atletis, maupun artistik. Yang bisa kita lakukan hanyalah untuk menemukannya dan kemudian mengasahnya.

Dalam tulisan ini, penulis teringat momen ketika ayahnya memperkenalkan bilangan dan operasi dasar matematika sejak dini, bahkan mungkin sebelum anak-anak lain di lingkungan sekitar mengenal dan mempelajari materi tersebut di sekolah.

Dengan menggunakan kapur putih yang digoreskan di dinding-dinding rumah, ayah penulis menciptakan pengalaman belajar yang sangat membantu ketika penulis mulai menghadapi pelajaran matematika di sekolah. Pengalaman ini mungkin menjadi salah satu faktor yang membentuk kecintaan penulis terhadap matematika, karena penulis merasa lebih siap dibandingkan anak-anak lain yang belum mendapatkan pengajaran serupa. Hal ini memicu motivasi berantai untuk terus belajar sebelum masuk kelas matematika, sebuah strategi yang ternyata terbukti efektif dalam mendukung pengajaran di sekolah. Pada akhirnya, pengalaman ini membuka jalan bagi penulis untuk diutus menjadi perwakilan sekolah dalam olimpiade matematika, mulai dari tingkat dasar hingga menengah, dan akhirnya memengaruhi pilihan tujun karier di bidang pendidikan matematika. Memang, motivasi sering kali tumbuh secara berantai, dimulai dari pencapaian-pencapaian kecil di masa lalu.

BACA JUGA:  Tren "Unlock Your Potential", Antara Manfaat dan Tantangan

Jadi, apakah takdir kita—apakah kita akan menjadi bodoh, cerdas, pintar, berbakat, atau sukses—sudah ditentukan? Semua bergantung pada bagaimana kita berusaha setiap hari untuk memperbaiki diri, sedikit demi sedikit. Penulis meminjam perkataan James Clear dalam bukunya Atomic Habits: “Pencapaian kita hari ini adalah produk aktivitas atau kebiasaan sehari-hari—bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup” jadi setiap pengalaman dan perubahan kecil yang dilakukan hari ini akan memiliki dampak luar biasa dikemudian hari.