Ibu itu menyela, bahwa Elmatu mirip Glenn Fredly. Kami semua tertawa. Elmatu pun membawakan lagu-lagu dari penyanyi, pencipta lagu, dan produser yang mengusung irama jazz, funk, pop, dan soul itu. Dia juga membawakan lagu hits dari Mahalini dan Raim Laode.
Teman Bus berubah jadi semacam arena konser, setelah Elmatu mempersilakan mereka me-request lagu yang akan dinyanyikan. Tersebutlah nama grup asal Yogyakarta, Sheila On 7. Maka beramai-ramai kami bernyanyi sepanjang perjalanan. Seorang ibu terlihat video call menyampaikan keseruannya di dalam Teman Bus. Ibu satunya lagi nyelutuk, kalau begini serunya, biar bolak-balik MP-Barombong dia mau hehehe.
Matahari kian condong ke Barat. Teman Bus terus berjalan dengan penumpang yang penuh riang gembira. Menjelang malam, lalu lintas Makassar kian ramai. Di beberapa titik, terasa kendaraan padat merayap.
Kami, peserta Riding With Stories, turun di Jalan Metro Tanjung Bunga, untuk nyambung dengan Teman Bus lain kembali ke Fort Rotterdam. Melewati rute Pantai Losari, saya jadi teringat pengujung tahun 80-an, kami naik Damri le Sentral, hanya untuk jalan-jalan, melihat-lihat Kota Makassar. Kota yang kini sudah jauh berubah tapi cinta kami sama sekali tidak berubah pada kota ini.
Makassar, 3 Juni 2024












