Begitu mendengar komentar Pak Manuhua, saya hanya kian tertunduk. Nyaris tidak pernah angkat pandang. Apalagi melirik ke Pak Basir. Tetapi, Pak Basir dan Pak Manuhua, termasuk sosok yang bisa memahami duduk persoalannya. Meskipun saya juga gamang kalau-kalau gara-gara kasus itu akhirnya dipecat dari Pedoman Rakyat. Ternyata tidak. Malah Pak Basir tetap memberi tugas peliputan khusus kepada saya kian sering saja.
(Bagian awal tulisan ini bersumber dari tulisan Maysir Yulanwar, cucu M.Basir dan penulis perkaya dengan pengalaman berinteraksi dengan almarhum). (M.Dahlan Abubakar, Makassar 15 Agustus 2025).
.












