News  

Menjadi Beranda Indonesia, Kadis Kominfo SP Kaltara Sebut Informasi Harus Tepat Sampai ke Masyarakat

Diskominfo sp kaltara
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Iskandar Alwi, S.IP mewakili gubernur menerima PWI AWARD 2026.

Makassar, NusantaraInsight — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Iskandar Alwi, S.IP., M.Si. menyebutkan bahwa posisi Provinsi Kalimantan Utara yang berada di beranda Indonesia membuat seluruh informasi yang ada harus tepat masuk ke masyarakat perbatasan.

Hal ini disampaikan usai pelantikan dan pengukuhan Pengurus PWI Sulawesi Selatan, di Ruang Sandeq Hotel Claro Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Ia menyebutkan, posisi strategis Kaltara di perbatasan negara Indonesia–Malaysia membuat Diskominfo SP Kaltara harus menyampaikan informasi untuk menumbuhkan kecintaan dan rasa persatuan bangsa serta negara di masyarakat perbatasan.

Menurutnya, hal itu sangat penting mengingat masyarakat perbatasan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan masyarakat negara lain.

“Jadi perlu kiranya informasi terkait persatuan dan kesatuan bangsa harus tersampaikan ke masyarakat perbatasan. Akan tetapi masyarakat kami di perbatasan tetap memegang prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati,” ucapnya.

“Sebagai beranda Indonesia, Kaltara menjadi wajah terdepan Indonesia. Untuk itu setiap informasi dari pemerintah pusat ke Kaltara dan disampaikan ke masyarakat perbatasan harus tepat, agar tidak mendapatkan disinformasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Konsisten, Kaltara Sabet Opini WTP ke-12 dari BPK RI

“Kami di Diskominfo SP Kaltara memastikan setiap informasi dari pusat ke masyarakat harus tersampaikan dengan tepat. Yang jelas masyarakat kami di perbatasan tetap NKRI HARGA MATI,” tutupnya.

Posisi Strategis Kaltara

Provinsi Kalimantan Utara terletak di ujung utara Pulau Kalimantan dan merupakan salah satu provinsi Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Negara Bagian Sabah di sebelah utara dan Negara Bagian Sarawak di sebelah barat.

Kaltara memiliki garis perbatasan darat dengan Malaysia sepanjang sekitar 1.038 kilometer. Kawasan perbatasan tersebut terutama berada di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan, yang berbatasan dengan Sabah dan Sarawak.

Secara geografis, Kaltara berbatasan dengan Sabah di utara, Sarawak di barat, Provinsi Kalimantan Timur di selatan, serta Laut Sulawesi di timur.

Luas Wilayah dan Penduduk

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara, luas wilayah provinsi tersebut mencapai 70.101 kilometer persegi.

Sementara itu, jumlah penduduk Kaltara pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 749,4 ribu jiwa.

Dengan luas wilayah yang luas, garis perbatasan yang panjang, serta jumlah penduduk yang relatif terbatas, Iskandar menilai penyaluran informasi yang akurat menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat perbatasan terhadap kebijakan pemerintah dan memperkokoh persatuan bangsa.