FIKSI MINI (6) : Pura-Pura Bermoral

“Terima kasih. Bapak mau bantu saya.” Mahasiswi cantik menerima kembali skripsinya yang penuh dengan coretan perbaikan dari Sang Dosen.

Merasa sudah selesai bimbingan, dan sore mendung telah datang, mahasiswi cantik minta pamit ke Sang Dosen. “Saya pulang dulu, Pak. Sudah sore. Setelah memerbaiki skripsi ini sesuai saran Bapak, kapan lagi saya bisa temui Bapak?”

“Sebentar kau pulang. Duduk-duduklah dulu. Mau minum? Buka itu kulkas di sudut ruangan. Silakan pilih minuman dingin sesuai keinginanmu.”

“Tidak usah, Pak. Saya pulang dulu ya, Pak.” Mahasiswi cantik berdiri dari kursinya hendak menuju pintu ruang kerja Sang Dosen.

Sang Dosen ikut berdiri. Dengan langkah cepat mendekati mahasiswi cantik. “Tanganmu dingin. Mungkin memang perempuan cantik selalu dingin tangannya.” Mahasiswi cantik kaget dan jantungnya berdetak kencang setelah tangan kanannya digenggam Sang Dosen. Berusaha melepaskan tangannya, tapi Sang Dosen kian galak memegangnya. Kini Sang Dosen menjalarkan tangan kirinya ke bagian-bagian sensitif mahasiswi cantik. Mahasiswi cantik yang lemah itu tak lagi mampu menutup wajahnya setelah Sang Dosen merapatkan bibirnya.

BACA JUGA:  FIKSI MINI (3): Preman Kota Masuk Desa

Sembari memeluk mahasiswi cantik, Sang Dosen, terus merayu: saya suka kau, dinda. Saya akan bantu memerbaiki skripsimu. Saya juga akan meluluskanmu dengan nilai plus.

Sambil terisak, mahasiswi cantik berontak melawan. Berusaha melepaskan cengkeraman dari lelaki yang selama ini dikagumi intelektual dan nasihat-nasihat moralitasnya yang sering disampaikan di depan para mahasiswa. “Ternyata Anda pelacur intelektual. Pura-pura bermoral. Lepaskan saya. Kalau tidak: saya akan berteriak.”

Sang Dosen ketakutan mendengar ancaman mahasiswi cantik. Perlahan, dia pun melepaskan rangkulannya. Mahasiswi cantik melangkah cepat menuju pintu. Memutar kunci pintu. Sebelum dia berlari pergi, dia melemparkan naskah skripsinya. Skripsi itu terhambur di ruang kerja Sang Dosen. Sang Dosen berdiri seperti patung. Tak bergerak. *****