Sembari memeluk mahasiswi cantik, Sang Dosen, terus merayu: saya suka kau, dinda. Saya akan bantu memerbaiki skripsimu. Saya juga akan meluluskanmu dengan nilai plus.
Sambil terisak, mahasiswi cantik berontak melawan. Berusaha melepaskan cengkeraman dari lelaki yang selama ini dikagumi intelektual dan nasihat-nasihat moralitasnya yang sering disampaikan di depan para mahasiswa. “Ternyata Anda pelacur intelektual. Pura-pura bermoral. Lepaskan saya. Kalau tidak: saya akan berteriak.”
Sang Dosen ketakutan mendengar ancaman mahasiswi cantik. Perlahan, dia pun melepaskan rangkulannya. Mahasiswi cantik melangkah cepat menuju pintu. Memutar kunci pintu. Sebelum dia berlari pergi, dia melemparkan naskah skripsinya. Skripsi itu terhambur di ruang kerja Sang Dosen. Sang Dosen berdiri seperti patung. Tak bergerak. *****












