News  

AMB Minta Pemkot Makassar Boikot Brand Newport: Jangan Biarkan Penistaan Agama Beredar

Newport
Andi Makmur Burhanuddin (AMB)

Makassar, NusantaraInsight — Jagat dunia maya tanah air kini dihebohkan soal brand minuman beralkohol Newport yang memberikan challenge atau tantangan kepada pengunjung sebuah event musik untuk mendapatkan minuman beralkohol gratis itu dengan menghafalkan ayat alquran.

Kecaman ramai-ramai dilakukan publik di Indonesia. Hal yang sama dilakukan ketua Fraksi PKB DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin (AMB) ia mengecam dan mengutuk peristiwa itu.

“Keterlaluan itu dan tidak bisa dibiarkan. Kita berharap aparat kepolisian tidak membiarkan hal ini. Apalagi ini sudah meresahkan masyarakat di Indonesia khususnya penganut muslim,” ungkap AMB, Rabu (12/8).

Merespon kejadian itu, ia mengingatkan aparat Pemkot untuk memboikot brand Newport beredar di kota Makassar kalau pun ada disinyalir beredar di kota Makassar.

Menurut legislator yang juga sekertaris partai PKB DPC Makassar ini, apapun dalihnya brand tersebut sudah melakukan penistaan agama dan ini jelas meresahkan masyarakat muslim di Indonesia.

” Apapun dalihnya ini penghinaan bos, mau itu bercanda atau seru-seruan karena sebagai muslim saya meyakini itu ayat alquran adalah firman Allah yang tidak bisa dimain-maini atau dibercandai. Apalagi disandingkan dengan alkohol menyandingkan alkohol dan ayat alquran sama saja menyandingkan antara yang haq dan yang bathil, Allah mengecam ini, Wa lā talbisul-ḥaqqa bil-bāṭili wa taktumul-ḥaqqa wa antum ta’lamụn Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui (Al-Baqarah ayat 42, red)” jelas AMB.

BACA JUGA:  Menag Apresiasi Khusus Ketua PWI Sulsel Terpilih

Menurut AMB, kecaman terhadap peristiwa ini sangat wajar karena dirinya saja sejak kecil didik bukan hannya mengetahui dan menghafal Alquran tapi juga menghormati dengan sangat takzim.
” jangankan dibercandai begitu ya, dari kecil kita dididik menghormati alquran sebagai kitab suci, kalau selesai dibaca dicium itu alquran. Mungkin itu budaya kita disini tapi begitulah kita memperlihatkan adab yang tinggi atas firman-firman suci tersebut.” urainya lagi.

AMB juga mengungkapkan ia tidak melihat ini sebagai ide kreatifitas marketing sebuah brand minuman beralkohol dan mengingatkan untuk tidak menyangkutpautkan kecaman ini sebagai bentuk intoleransi.

“Saya ini menghargai bentuk-bentuk kreatifitas, tapi yang saya lihat itu bukan kreatifitas tapi patotoai na bilang orang makassar, jangan juga kecaman dianggap tidak toleransi. Ini bukan masalah toleransi, jelas-jelas itu penistaan.” pungkasnya.

Namun AMB juga mengingatkan kepada publik khususnya warga kota Makassar untuk merespon ini sesuai koridor aturan yang berlaku, biar aparat hukum dan pemerintah yang menindaklanjuti.(#)