FIKSI MINI (4): Lelaki Tua Berjaket Tebal

Ada apa ya lelaki tua memerhatikan lelaki muda berambut gondrong? Saya bergumam. Tak terdengar oleh tamu warkop.

Saya melirik-lirik lelaki muda itu. Sekali-sekali dia membuka tas kulitnya. Sepertinya ada barang sangat berharga di dalamnya.

***

Sekitar setengah jam kepergian lelaki tua, tiga polisi bersenjata laras panjang masuk warkop. Tamu-tamu warkop kaget. Seorang polisi langsung memeriksa tas saya yang ada di atas meja. Tak lama pemeriksaan lantaran polisi yang bergaya arogan itu hanya menemukan tiga buku novel. Satu di antaranya novel karya sastrawan Rusia: Anton Chekov.

Lelaki muda berambut gondrong itu tiba-tiba bertingkah panik. Bola matanya liar dan berputar-putar. Sempat mengarahkan pandangannya ke saya, tapi saya pura-pura tak meresponnya. Kini dia berdiri. Memegang erat tas kulit coklatnya. Hendak meninggalkan warkop tanpa membayar kopinya. Namun dua polisi lainnya mencegatnya. Tas kulitnya diperiksa. Polisi menemukan butiran-butiran kecil terbungkus plastik berwarna hitam. Seketika tangannya diborgol. Dibawa ke kantor polisi. Tamu-tamu warkop pun fokus menatapnya dengan raut wajah keheranan.

BACA JUGA:  FIKSI MINI (1) : Liem Ingin Mati di Rusia

Saya mendekati perempuan muda itu. Sebelum saya bertanya, seketika dia mengatakan: lelaki tua berjaket tebal itu adalah mata-mata polisi. *****