FIKSI MINI (11): Preman dan Majikan Seorang Tionghoa

***

Dalam pelariannya, Borahima berkenalan dengan preman-preman Pasar Sentral. Dari perkenalan itu, dia merasakan betapa mudahnya mendapatkan uang. Dia pun mendapat ilmu tentang bagaimana menjadi seorang pencopet yang lihai dan disegani.

Pada mulanya Borahima menjadi buruh pengangkat barang-barang jualan milik seorang Tionghoa. Mendapat kepercayaan, suatu hari, dia melihat laci meja bosnya terbuka sedikit. Sembari melihat-lihat suasana. Merasa aman. Borahima membuka laci itu. Seketika mengambil semua uang dalam laci.

Hasil curian itu Borahima membagikan kepada bos dan teman-teman premannya. Mengetahui buruhnya yang meludeskan uang di lacinya, Tionghoa itu marah besar. Hendak menghajarnya. Anehnya, setelah dia tahu kalau Borahima menjadi bagian dari preman Pasar Sentral, Tionghoa itu memilih diam. Bungkam.

Sudah lima tahun menjadi preman, suatu malam Borahima tertunduk merenung. Tiba-tiba muncul perasaannya ingin keluar dari dunia hitam ini. Namun hal itu tak mungkin lagi dilakukan. Borahima sudah terikat “kode etik” dunia preman Pasar Sentral. Komandan premannya akan membunuhnya bila dia ingin berlari dan meninggalkan wilayah ini. *****

BACA JUGA:  FIKSI MINI (6) : Pura-Pura Bermoral