“Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa takwa bukan ibadah musiman, bukan semangat sesaat yang hanya hidup di bulan Ramadhan, melainkan arah hidup seorang mukmin sepanjang usia. Ramadhan telah melatih kita menahan lapar dan dahaga, tetapi tujuan akhirnya adalah membangun hati yang kuat menghadapi dunia. Dan dunia yang kita hadapi hari ini bukanlah dunia yang tenang. Ia adalah dunia yang gelisah. Dunia yang gaduh. Dunia yang penuh tantangan dan rintangan,” tutur Ustadz Supriadi.
Pesan Idulfitri dari Bulukumba, Takwa Bukan Musiman
Rekomendasi untuk kamu

“Kesabaran dalam menghadapi cobaan adalah setengah dari iman, karena iman itu terdiri dari dua bagian, yaitu sabar dan syukur,” kunci Prof Dr H Andi Marjuni, mengutip Ibnu Taimiyyah. Sholat Idul…

Nabi Ismail yang masih belia itu menjawab, yang artinya “Diaُ (Ismail)ُ menjawab,ُ ‘Wahaiُ ayahku!ُ Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Aallah engkau akan mendapatiku termasuk orangُyangُsabar.”ُ Dengan hati yang sedih…

Makassar, NusantaraInsight – Komunitas Al Qur’an Lovers Community (AQLC) membuka program kajian Al-Qur’an dan tasawuf pada Kamis, 14 Mei 2026, di Lt. 18 Brenstville, Makassar. Kegiatan ini dihadiri Dewan Pembina…

NusantaraInsight, Gowa — Pada bulan Ramadhan, kita rajin membaca Al-Qur’an. Kita membaca Al-Qur’an setiap hari. Sebagian besar dari kita bahkan membaca minimal satu juz Al-Qur’an setiap hari. Dan mengkhatamkan bacaan…

“Duduk ki’ dulu bang Maman, saya ke belakang,” kata Om Awing. “Iye’ Om.” Saya duduk, memperhatikan sekeliling. Tidak lama, suara langkah dari dapur terdengar. Om Awing muncul membawa dua piring…








