Religi  

Pengajian Bulanan Majelis Ilmu Fatthurrahman Angkat Tema “Untuk Siapa Kita Hidup?”

Makassar, NusantaraInsight — Majelis Taklim Majelis Ilmu Fatthurrahman yang berlokasi di Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, kembali menggelar pengajian bulanan pada Minggu (19/7/2026) di Masjid Fatthurrahman. Kegiatan yang dihadiri puluhan ibu-ibu majelis taklim tersebut menghadirkan Rahman Rumaday, S.I.Pem., Founder K-apel, sebagai pemateri dengan mengangkat tema reflektif, “Untuk Siapa Kita Hidup?”

Ketua Yayasan Fatthurrahman, Ramayani Ayuningsi Nihe, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian bulanan merupakan salah satu ikhtiar yayasan untuk menghadirkan majelis ilmu yang mampu menguatkan keimanan sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

br

“Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan. Melalui majelis seperti ini, kami berharap ibu-ibu tidak hanya bertambah pengetahuannya, tetapi juga semakin kuat keimanannya, semakin baik akhlaknya, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah agar menjadikan pengajian sebagai kebutuhan ruhani yang terus dijaga secara istiqamah, karena keluarga yang kuat berawal dari pribadi yang dekat dengan Allah SWT.

BACA JUGA:  FMDKI Bulukumba Gelar Kajian KARIMAH

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Majelis Ilmu Fatthurrahman, Murniati M., mengatakan bahwa pengajian bulanan menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas ibadah para anggota majelis taklim.

Menurutnya, tema yang diangkat kali ini sangat relevan dengan kehidupan saat ini, ketika banyak orang disibukkan oleh urusan dunia hingga lupa tujuan utama penciptaannya.

“Kami berharap setelah mengikuti pengajian ini, setiap jamaah semakin memahami bahwa hidup bukan hanya sebatas mengejar kesuksesan dunia, tetapi bagaimana setiap aktivitas bernilai ibadah dan menjadi bekal menuju kehidupan akhirat. Semoga majelis ini terus menjadi tempat bertumbuhnya ilmu, iman, dan amal saleh,” tuturnya.

Dalam materinya, Rahman Rumaday, mengajak seluruh ibu-ibu yang hadir untuk merenungkan kembali pertanyaan paling mendasar dalam kehidupan, yaitu untuk siapa sebenarnya kita hidup?

Menurutnya, manusia sering kali menghabiskan waktu untuk memenuhi harapan orang lain, mengejar pujian, jabatan, harta, maupun pengakuan, hingga tanpa disadari melupakan tujuan utama penciptaannya sebagai hamba Allah SWT.

“Hidup ini bukan untuk memuaskan manusia, bukan pula untuk mengejar tepuk tangan dunia. Kita hidup untuk Allah SWT. Ketika Allah menjadi tujuan, maka pekerjaan menjadi ibadah, keluarga menjadi ladang pahala, dan setiap langkah kehidupan memiliki makna yang jauh lebih dalam,” ungkap pria yang akrab disapa bang Maman itu.

brbr
brbr
br