PGRI Sulsel Tetapkan 50 Guru Terbaik Lomba Media Pembelajaran Digital

Untuk jenjang SMP/MTs sederajat, peserta yang masuk 10 besar ialah Ashari Basri, S.Pd. dari SMP Negeri 1 Bajo, Kabupaten Luwu; Kartina, S.Pd., M.Pd. dari SMP Negeri 1 Anggeraja, Enrekang; Markus, S.Pd. dari UPTD SMP Kristen Makale, Tana Toraja; Nur Ainun Istiqamah S., S.Pd., Gr. dari UPTD SMP Negeri 2 Pangsid, Sidrap; dan Rahayu, S.Pd., M.Pd., Gr. dari SMP Negeri 3 Bontonompo, Gowa.

Selanjutnya Ribka Tandi, S.Pd. dari SMP Negeri 14 Palopo; Rikma Syahriah, S.Pd., M.Pd. dari MTsN 6 Bulukumba; Rosnaeny Latief, S.Si., S.Pd. dari UPTD SMP Negeri 3 Pammana, Wajo; Sri Rahmawati, S.Pd., M.Pd. dari SMP Negeri 1 Watansoppeng; serta Umid Salwybong, S.Pd., Gr., M.Pd. dari SMP Negeri 3 Wotu, Luwu Timur.

Pada kategori SMA/SMK sederajat, 10 besar ditempati Eka Suhartono Tajuddin, S.Pd., M.Pd. dari UPTD SMAN 5 Parepare; Faisal dari SMAN 8 Sidrap; Haryanti, S.Si., M.Pd. dari SMAN 6 Palopo; Nur Wahidah Isnaini, S.Kom. dari UPTD SMKN 10 Luwu; dan Nurlaelah dari SMAN 1 Bulukumba.

Peserta lainnya yakni Nurlaeli, S.Pd. dari UPTD SMK Negeri 5 Barru; Sriwahyuni, S.Pd., Gr., M.Pd. dari SMAN 1 Pinrang; Surya Ningsi, S.Pd., M.Pd. dari SMAN 1 Bone; Wahda Melyana Sari, S.Pd.Gr. dari SMAN 4 Sinjai; serta Wahyuddin, S.S., S.Pd. dari SMAN 1 Soppeng.

BACA JUGA:  Tidak Muluk-muluk, PGRI Makassar Target 13 Emas di Porsenijar 2026

Adapun pada jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB), peserta yang berhasil masuk 10 besar adalah Ade Magfira A., S.Pd., M.Pd. dari SLBN 1 Barru; Andi Chaerunnisa Rahman, S.Pd., Gr. dari SLBN 1 Gowa; Baharuddin, S.Pd., Gr. dari SLB Negeri 1 Makassar; Bau Anti, S.Pd., Gr. dari SLBN 1 Bulukumba; dan Diva Aulia Husti, S.Pd., Gr. dari UPTD SLBN 1 Soppeng.

Selain itu, terdapat Hastuti, S.Pd., Gr. dari UPTD SLBN 1 Pinrang; Husnawati, S.E., S.Pd., Gr. dari SLBN 1 Enrekang; Muhammad Amir Iska, S.Pd., M.Pd. dari UPTD SLB Negeri 1 Wajo; Mulya Hamdani, S.Pd., Gr., M.Pd. dari UPTD SLBN 1 Parepare; serta Nurlindah, S.Pd., Gr. dari SLBN 1 Sidrap.

Dra. Hj. Hendriati Sabir, M.Pd., menjelaskan, Lomba Media Pembelajaran Digital tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang berbagi praktik baik antarpendidik.

Menurutnya, karya-karya media pembelajaran digital yang dihasilkan guru dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam memperkuat proses pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan sesuai perkembangan teknologi.

“Porsenijar PGRI Sulsel 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa guru-guru di Sulawesi Selatan memiliki kemampuan berinovasi dalam pembelajaran digital,” ujarnya.

BACA JUGA:  Didominasi Guru Milenial, PGRI Soppeng Percaya Diri di Porsenijar 2026

Melalui ajang ini, PGRI Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pendidikan, memperkuat kompetensi guru, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.