PGRI Kota Palopo Latih 96 Guru Buat Aplikasi Pembelajaran Berbasis AI

Palopo, NusantaraInsight — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palopo resmi membuka Pelatihan Pembuatan Aplikasi Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan tersebut berlangsung di Mess PGRI Kota Palopo, Sabtu (1/8/2026).

Pelatihan ini mengusung tema besar “PGRI POWER” sebagai spirit transformasi guru dalam menghadapi era digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

br

PGRI POWER merepresentasikan nilai Professionalism, Opportunity, Wisdom, Excellent, dan Resilience, yakni profesionalisme, peluang, kebijaksanaan, keunggulan, dan ketangguhan.

Nilai tersebut diharapkan melekat pada setiap guru dalam menjalankan tugas profesional, terutama dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

Ketua Panitia, Hakim, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelatihan ini dilaksanakan secara gratis dan melibatkan guru dari seluruh jenjang sekolah di Kota Palopo.

Setiap sekolah mengirimkan satu orang guru sebagai peserta.

“Hingga pembukaan kegiatan, sebanyak 96 peserta telah melakukan registrasi,” kata Hakim, S.Pd., M.Pd.

Ia menjelaskan, pelatihan menghadirkan narasumber dan pendamping yang memiliki kompetensi di bidang teknologi digital, Artificial Intelligence, pengembangan aplikasi, serta transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

BACA JUGA:  Prof Unifah: Saya Merasa Sangat Diterima di Sidrap

Pelatihan dijadwalkan berlangsung dalam rentang 1 hingga 5 Agustus 2026.

Kegiatan dilaksanakan dengan pola kombinasi, yakni tatap muka di Mess PGRI Kota Palopo dan pembelajaran daring.

Ketua PGRI Kota Palopo, Drs. Basman, S.H., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PGRI dalam meningkatkan kompetensi guru di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, kemajuan Artificial Intelligence harus disikapi secara positif oleh tenaga pendidik.

Guru tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus mampu memanfaatkannya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan menarik.

“Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam membuat aplikasi pembelajaran berbasis AI. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama sekaligus wadah berbagi pengalaman antarguru,” ujar Drs. Basman, S.H., M.M.

Basman menambahkan, narasumber utama dalam pelatihan ini adalah Sahrir, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim KKA Luwu Raya.

Sahrir dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.

Basman juga mengingatkan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan guru.

Sebaliknya, AI dapat menjadi alat bantu untuk memperkuat kreativitas, inovasi, dan kualitas pembelajaran di sekolah.

brbr
brbr
br