Takalar, NusantaraInsight — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Takalar menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (KONKERKAB) I masa bakti 2025-2030 di Kabupaten Takalar, Selasa (8/9/2026).
Forum organisasi ini menjadi momentum mengevaluasi sekaligus menyusun program kerja PGRI Takalar untuk mendukung pembangunan pendidikan lima tahun ke depan.
KONKERKAB mengusung semangat merapatkan barisan untuk mewujudkan pendidikan Kabupaten Takalar yang lebih maju.
Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan diwakili Wakil Ketua IV PGRI Sulsel Hj Juhrah SSos MAP.
Turut hadir Wakil Sekretaris Umum II PGRI Sulsel Dra Hj Salmiah MPd dan Ketua Biro Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan PGRI Sulsel Sunardi SPd.
Sementara jajaran PGRI Kabupaten Takalar dipimpin Ketua PGRI Takalar H Darwis SPd MM, yang juga menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar.
Juhrah Dorong PGRI Takalar Tambah Lembaga Pendidikan
Dalam sambutannya, Hj Juhrah mendorong PGRI Kabupaten Takalar tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga mengembangkan lembaga pendidikan di bawah naungan PGRI.
Menurutnya, peluang untuk menambah lembaga pendidikan PGRI di Takalar masih terbuka.
Ia menyarankan pengembangan lembaga pendidikan dilakukan mulai jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Langkah tersebut diharapkan menjadi salah satu program yang mendapat perhatian pengurus PGRI Takalar selama masa bakti 2025-2030.
Juhrah juga mengingatkan pengurus dan anggota untuk aktif menghidupkan roda organisasi.
Salah satunya melalui kedisiplinan membayar iuran sebagai bagian dari tanggung jawab keanggotaan dan penguatan kemandirian organisasi.
Dinas Pendidikan Tunggu Kritik dan Saran PGRI
KONKERKAB I PGRI Takalar turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar.
Kepala Dinas Pendidikan diwakili sekretaris dinas.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan mengajak peserta membangun optimisme melalui yel-yel motivasi Takalar.
“Selamat pagi! Pagi-pagi-pagi, luar biasa, Takalar Cepat,” serunya di hadapan peserta.
Dinas Pendidikan juga memberikan perhatian terhadap persoalan anak putus sekolah.
PGRI bersama pemangku kepentingan pendidikan diharapkan ikut mengambil peran dalam menindaklanjuti persoalan tersebut sehingga semakin banyak anak putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Menariknya, Dinas Pendidikan juga secara terbuka meminta PGRI Takalar lebih aktif menyampaikan kritik dan saran terkait pembangunan pendidikan.
“PGRI belum pernah memberikan kritikan atau saran kepada Dinas Pendidikan. PGRI Takalar sudah membuktikan diri menyumbang pembangunan Gedung PGRI di Takalar, mengapa menyumbang kritik dan saran tidak dilakukan. Kami menunggu sumbangsihnya untuk pembangunan pendidikan di Takalar,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

br
br






br





