PGRI Bulukumba Dorong Guru Kuasai Gamifikasi dan Deep Learning, Phinisi Diusulkan Masuk Muatan Lokal

Bulukumba, NusantaraInsight – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bulukumba terus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Komitmen itu ditunjukkan melalui workshop bertajuk “Gamifikasi Berbasis Deep Learning” yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar membahas pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Forum ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat kapasitas dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Ketua PGRI Kabupaten Bulukumba, Hj. A. Hamrina A. Muru, S.Pd., M.Si., hadir langsung membuka dan mengikuti kegiatan tersebut. Ia didampingi Ketua I PGRI Bulukumba, Ansar Langnge, S.Pd., M.M., serta Sekretaris PGRI Bulukumba, Drs. Muhammad Yusuf, M.Pd.

Untuk membedah konsep tersebut, PGRI Bulukumba menghadirkan Prof. Dr. Hj. Faridah Aryani, S.Pd., M.Si., Kepala Unit Pelaksana Teknis Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Negeri Makassar (UNM), sebagai narasumber utama.

Bukan Sekadar Bermain, Gamifikasi Dorong Murid Lebih Aktif

BACA JUGA:  Hasil Lomba Media Pembelajaran Digital: PGRI Gowa Borong 4 Medali

Gamifikasi dalam pembelajaran bukan sekadar membawa permainan ke dalam kelas. Konsep ini memanfaatkan unsur-unsur permainan seperti tantangan, poin, penghargaan, level, dan umpan balik untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik.

Ketika dipadukan dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam, guru didorong tidak hanya membuat murid aktif mengikuti pembelajaran, tetapi juga membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam, mengaitkannya dengan kehidupan nyata, melakukan refleksi, serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, ketika guru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak monoton dan mampu membangun pengalaman belajar yang bermakna.

Hj A. Rina Soroti Phinisi Masuk Muatan Lokal

Di tengah pembahasan mengenai inovasi pembelajaran, Ketua PGRI Bulukumba, Hj. A. Rina, menyelipkan gagasan penting tentang penguatan muatan lokal berbasis potensi daerah.

Menurutnya, inovasi pendidikan tidak boleh membuat sekolah tercerabut dari akar budaya daerah. Justru kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik.

BACA JUGA:  Tak Tanggung-tanggung, PGRI Selayar Bidik Tiga Besar & Tuan Rumah Porsenijar Selanjutnya

Salah satu potensi yang dinilai sangat penting untuk diperkuat dalam pembelajaran adalah Phinisi, ikon Bulukumba yang memiliki nilai sejarah, budaya, filosofi, sekaligus potensi pariwisata.