Hj. A. Rina berharap sejarah, filosofi, proses pembuatan, hingga nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi pembuatan perahu Phinisi dapat dikembangkan menjadi bagian dari materi muatan lokal di sekolah.
“Pendidikan kita harus semakin berkualitas, dan yang tidak kalah pentingnya adalah muatan lokal. Anak-anak atau murid-murid di Bulukumba harus paham betul tentang ikon daerahnya sendiri, yaitu Phinisi. Ini adalah warisan dunia yang lahir dari tanah kita,” tegasnya.
Menurutnya, pembelajaran tentang Phinisi tidak harus disampaikan dengan cara konvensional. Materi tersebut justru dapat dikemas menggunakan pendekatan gamifikasi dan pembelajaran mendalam.
Misalnya, siswa dapat diajak menyelesaikan tantangan tentang sejarah Phinisi, mengenal bagian-bagian perahu, mempelajari filosofi pembuatannya, hingga mengeksplorasi potensi wisata berbasis budaya melalui permainan edukatif.
Dengan begitu, teknologi tidak hanya menjadi alat pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk merawat identitas dan kebudayaan daerah.
UNM Apresiasi Langkah PGRI Bulukumba
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Universitas Negeri Makassar (UNM).
Sekretaris Program Profesi Guru (PPG) UNM, Prof. Dr. Ahmad Syawaluddin, S.Kom., M.Pd., turut memberikan sambutan secara virtual melalui aplikasi Zoom.
Meski tidak hadir secara langsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, kehadirannya secara daring menjadi bentuk dukungan terhadap langkah PGRI Bulukumba dalam meningkatkan kompetensi guru.
Prof. Ahmad Syawaluddin memberikan apresiasi terhadap inisiatif PGRI Bulukumba yang dinilai responsif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan paradigma pembelajaran.
Menurutnya, perpaduan antara gamifikasi dan pembelajaran mendalam dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, sekaligus mendorong keterlibatan aktif peserta didik.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Guru juga dituntut mampu merancang pengalaman belajar yang membuat peserta didik berpikir, bereksplorasi, berkolaborasi, dan menemukan makna dari apa yang dipelajari.
Dari Phinisi hingga Teknologi, Guru Ditantang Berinovasi
Workshop ini sekaligus memperlihatkan arah baru pendidikan di Bulukumba: memadukan teknologi modern dengan kekuatan budaya lokal.
Gamifikasi dan deep learning menjadi pintu masuk untuk melahirkan pembelajaran yang lebih kreatif. Sementara Phinisi menjadi salah satu sumber belajar yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Bulukumba.












