News  

Pasca-Mubes XXIX, Dr. Basri Konsolidasi dengan Presiden dan BPPH Terpilih KMP UNM

Makassar, NusantaraInsight — Pembina Kerukunan Mahasiswa Pinrang Universitas Negeri Makassar (KMP UNM), Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd., melakukan konsolidasi dengan Presiden dan Badan Pengawas Pengurus Harian (BPPH) KMP UNM periode 2026–2027, Kamis (1/10/2026).

Konsolidasi ini dilakukan pasca-Musyawarah Besar (Mubes) XXIX KMP UNM yang berlangsung 25–27 September 2026 di Villa Bulutana, Malino, Kabupaten Gowa, dengan tema “Regenerasi Kepemimpinan dalam Meneguhkan Nilai Kelembagaan yang Berintegritas”.

Dalam kapasitasnya sebagai pembina, Dr. Basri menegaskan bahwa kehadiran lembaga pembina bertujuan memastikan arah gerak organisasi tetap sejalan dengan nilai-nilai kekeluargaan, akademik, dan integritas.

“Sebagai pembina, peran saya bukan mengambil alih keputusan pengurus, melainkan mendampingi, mengawal, dan memastikan setiap langkah organisasi tetap berpijak pada nilai keilmuan, kekeluargaan, dan tanggung jawab moral,” ujar Dr. Basri.

Ia menambahkan bahwa konsolidasi pasca-mubes merupakan momentum penting untuk menyamakan persepsi antara pembina, presiden terpilih, dan badan pengawas agar program kerja ke depan dapat berjalan terarah.

“Konsolidasi ini penting agar tidak ada miskonsepsi. Kita ingin memastikan bahwa regenerasi kepemimpinan yang baru saja terjadi benar-benar menjadi fondasi bagi penguatan kelembagaan, bukan sekadar pergantian struktur,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemkab Bantaeng dan Yayasan Budi Mulya Rayakan Imlek dengan "Persatuan dalam Keragaman, Harmoni, dan Kebersamaan"

Dr. Basri juga menekankan bahwa KMP UNM memiliki posisi strategis sebagai wadah pemersatu mahasiswa asal Pinrang yang sedang menempuh pendidikan di UNM, sehingga perlu dijaga netralitas, kredibilitas, dan orientasi pengabdiannya.

Presiden Terpilih: Amanah Adalah Komitmen yang Harus Dipertanggungjawabkan

Sementara itu, Muhammad Hidayatullah, Presiden KMP UNM periode 2026–2027, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah dengan penuh integritas.

“Saya memegang teguh prinsip bahwa setiap dukungan yang diberikan kepada saya merupakan bentuk kepercayaan yang harus saya jaga dan hargai. Saya tidak ingin mengecewakan siapa pun yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada saya,” kata Hidayatullah.

Baginya, amanah bukan sekadar tanggung jawab yang diterima, melainkan komitmen yang harus dijalankan dengan kesungguhan.

“Setiap amanah yang diberikan akan saya laksanakan sebaik mungkin dan saya pertanggungjawabkan dengan penuh kesadaran, baik dalam perkataan maupun tindakan,” tegasnya.

88 dari 100 Peserta Mubes Ikuti Pemilihan Presiden

Proses pemilihan presiden dalam Mubes XXIX diikuti oleh kurang lebih 100 peserta, dengan 88 anggota yang memiliki hak suara dan turut serta dalam mekanisme pemilihan.

BACA JUGA:  Bupati Gowa Siap Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Parmusi

Tingkat partisipasi yang tinggi ini mencerminkan antusiasme anggota KMP UNM terhadap regenerasi kepemimpinan dan arah organisasi ke depan.

Kegiatan Mubes sendiri menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk penetapan struktur pengurus baru, arah program kerja, dan penguatan mekanisme pengawasan internal melalui BPPH.