Istri yang Terabaikan

Oleh : Mulyati

“Istri tercipta dari tulang rusuk, maka perlakukan ia dengan lembut, sabar dan penuh kasih sayang”

Angin malam berhembus dan berbisik pelan, seakan berkata izinkan aku membawa hirup pikuk siang dan menggantinya dengan damai.

Warna jingga melebur dalam gelap, langit perlahan berganti kelabu, membawa sunyi yang merangkul bumi dengan lembut. Kelap – kelip lampu di kejauhan membawa angan melayang menemui rindu.

Maya pandangannya jauh menerawang menembus langit terkenang masa masa indah, dulu kursi ini menjadi saksi tawa dan canda. Di tempat ini Maya duduk santai sambil menikmati indahnya malam bersama Reza, setelah seharian bekerja sebagai HRD, kini menjadi saksi bisu diam.

Sejak pernikahannya dengan Reza, ia memutuskan untuk fokus mengurus keluarga. Maya meninggalkan karir yang ia bangun selama bertahun-tahun.

Malam semakin larut, Maya meraih ponselnya, sejenak dipandanginya ponsel di tangannya, Maya berguman ringan, ponsel kini menjadi teman setia bagi pemiliknya. Ia menarik napas panjang. “Reza… seolah nama itu masih bisa menjawab sepi”.

BACA JUGA:  Membaca Kisah Hidup Fiam Mustamin

Maya melangkah perlahan menuju kamarnya, Maya menyapa Reza yang sibuk dengan ponselnya, “ Yank….”Maya sejenak berdiri memandang Reza, “sudah larut malam , istirahatlah ya, besok Kamu masuk kantor katanya dengan lembut” Reza hanya menjawab singkat “sibuk” tanpa menoleh pada Maya.

Maya tersenyum kecil, mencoba memahami dan mencairkan suasana. “sibuk apa sih ? Aku juga dulu pernah HRD, masih sempat ngobrol. Maya melangkah mendekat “ Yank… Aku pijitan ya ?”, “ Nggak usah” jawaban yang melesat, terlalu cepat, jawaban yang mengiris hati Maya, Maya hanya diam.

Pagi hari, seperti biasa Maya membangunkan suaminya dan menyiapkan sarapan. Maya bersenandung kecil, senandung lagu favorit Maya namun kini suaranya seperti asing bagi dirinya sendiri. Senandung yang hanya diiringi sendok dan piring yang beradu.

Usai sarapan Maya menyiapkan pakaian dan bekal untuk Reza, setiap hari tak lupa ia menempel sticky note pada bekal Reza “jangan lupa makan siang ya sayang.”

Sebelum mengantar Reza, Maya berkaca memastikan dirinya terlihat cantik, rapi dengan rambut yang terurai, sambil tersenyum manis Maya, dengan lembut Maya berkata “hati- hati Yank…….., semoga dimudahkan aktivitasnya hari ini” Reza hanya menjawab datar “terima kasih” tanpa menoleh pada Maya.

BACA JUGA:  Utak Atik Ana Makassar Basar di Ambon

Sepekan sudah berlalu, Maya selalu berdamai dengan dirinya, Reza sedang sibuk. Maya berusaha memberikan yang terbaik untuk suaminya, ia memasak makanan kesukaan Reza.

“ Yank….. besok Kamu libur, kita liburan yuk,… Aku sudah potong rambut, modelnya sama waktu pertama kali kita bertemu dan baju untuk liburan besok Aku sudah siapkan Yank….” Maya merengek manja. Reza hanya menjawab seadanya, “ Ok “ sambil terus scroll Hp.