Pianis Indonesia Diundang Konferensi Prestisius di New York University, AS

Pianis
Ket: Dr. Edy Panjaitan, presentasi karya Rapsodia Nusantara oleh Ananda Sukarlan, New York University, May 9,2026, 1pm, American Musicological Society Greater New York Chapter Conference.(Foto : Ist/Kir/ Lasman)

NusantaraInsight, Jakarta — Dr. Edy Panjaitan adalah seorang pianis dan ahli musik yang baru-baru ini meraih gelar Ph.D. dalam Seni Interdisipliner (Jalur Artist – Scholar), dengan fokus Musikologi/Etnomusikologi dan Piano Performance dari Ohio University.

Ia mendalami piano di bawah bimbingan Prof. Christopher Fisher dan melakukan penelitiannya di bawah supervisi Prof. Garret Field.

Karya ilmiah dan artistiknya menjembatani dunia pertunjukan dan penelitian, dengan minat musikologi yang berpusat pada repertoar piano oleh komponis Indonesia terkemuka Ananda Sukarlan.

Serta lanskap musik klasik Indonesia yang berkembang dan seni global. Pendekatan interdisiplinernya mencerminkan komitmen yang kuat untuk mengintegrasikan praktik pertunjukan dengan penyelidikan budaya dan etnomusikologi.

Pada Sabtu tanggal 9 Mei lalu ia diundang oleh American Musicological Society (AMS) di New York University, New York City untuk memaparkan karya-karya piano terpenting Ananda Sukarlan.

AMS adalah sebuah organisasi nirlaba yang didirikan tahun 1934 dan kini beranggotakan sekitar 3000 tokoh musik dari 40 negara.

“Ananda Sukarlan diakui sebagai salah satu pianis-komposer paling berpengaruh di Indonesia, yang kontribusinya telah secara signifikan membentuk musik klasik kontemporer dan pendidikan musik baik secara nasional maupun internasional. Di antara karya-karya terpentingnya adalah rangkaian lengkap Rapsodia Nusantara, kumpulan 44 komposisi piano yang menunjukkan sintesis luar biasa antara idiom musik Indonesia dan tradisi klasik Barat”, demikian Edy Panjaitan membuka presentasinya.

BACA JUGA:  Semua Siswa Terbunuh, Menteri Pendidikan Gaza Akhiri Tahun Ajaran 2023/2024

Ananda Sukarlan telah didaftar sebagai salah satu “100 Asian Most Influential” atau 100 Tokoh Asia paling berpengaruh dalam bidang seni oleh majalah Tatler Asia (Hong Kong).

Selain dianugerahi penghargaan tertinggi untuk warga sipil dari Kerajaan Spanyol “Real Orden de Isabel la Católica”, Ananda Sukarlan juga pernah dianugerahi gelar kesatriaan “Cavaliere Ordine della Stella d’Italia” oleh Presiden Italia Sergio Mattarella pada tahun 2020.

Ia juga seniman Indonesia pertama yang diundang Portugal tepat setelah hubungan diplomatik Indonesia dan Portugal pada tahun 2000.

Studi ini meneliti Rapsodia Nusantara secara keseluruhan, dengan perhatian khusus pada tuntutan teknik virtuoso dan artistiknya.

“Saya berpendapat bahwa Rapsodia Nusantara mewakili bentuk nasionalisme pianistik di mana teknik virtuoso dan desain komposisi berfungsi sebagai strategi estetika untuk mengubah repertoar musik Indonesia menjadi literatur piano klasik global. Dengan menganalisis bagaimana unsur-unsur musik tradisional Indonesia diubah dalam kerangka pianistik Barat, studi ini menyoroti kemampuan komposer untuk membangun identitas musik yang unik yang berakar secara budaya dan beresonansi secara global. Penelitian ini berfokus pada pendekatan estetika Sukarlan, mengeksplorasi baik teknik pianistik maupun dimensi komposisi yang mendefinisikan siklus tersebut,” demikian papar Edy Panjaitan di ajang prestisius ini.