Andi Wanua Tangke Tiga Tahun “Menjahit” HARMAUN

NusantaraInsight, Makassar — Sebuah novel karya Andi Wanua Tangke berjudul HARMAUN kembali hadir mengisi rak literasi di Indonesia. Dimana sebelumnya Andi Wanua Tangke (AWT) telah menelurkan tiga buku kumpulan cerita pendek (cerpen) berjudul Panra’ka, Prajurit yang Nakal dan Penari Istana.

Seperti trend yang dibuat oleh jurnalis senior dan prosais ini, tulisan yang dibukukan, sebelumnya telah melewati “kawah candradimuka” di media massa, baik itu cetak ataupun online.

“Sama halnya dengan Novel HARMAUN ini, sebelumnya telah dimuat di Harian Fajar selama tiga tahun berturut-turut dalam bentuk cerita bersambung,” ungkap AWT saat ditemui oleh media ini, Senin (11/5/2026).

“Itu dimulai saat, saya dihubungi oleh Redaktur Budaya Harian Fajar untuk mengirimkan naskah cerita bersambung untuk mengisi halaman di koran terkemuka di Sulsel itu,” kisahnya.

“Kira-kira tahun 2021 itu saya dihubungi, padahal saya belum memiliki naskah untuk itu. Namun apa yang akan saya tulis, sudah ada di benak saya. Sehingga saya menyanggupinya. Kebetulan juga, saya juga terbiasa menulis dalam tekanan deadline sehingga kreativitas itu muncul. Lalu mulailah saya mengirimkan naskah setiap Minggu untuk cerita bersambung HARMAUN ini, hingga tahun 2023. Jadi ini tiga tahun lamanya tulisan bersambung ini dimuat di Harian Fajar,” kenangnya.

BACA JUGA:  MERAH PUTIH

“Proses menjadi novel juga, tidak semudah itu, saya butuh 1 tahun untuk menjahit puzzle-puzzle naskah ini menjadi sebuah novel seperti yang ada saat ini,” lanjut penulis trilogi buku kumpulan esai berjudul Cermin ini.

“Kendalanya karena waktu saya mengirimkan ke Redaktur bukan dalam 1 naskah lengkap tapi per-episode, jadi ketika saya akan bukukan, ini yang perlu saya jahit, agar menjadi satu tulisan utuh,” tambahnya.

“Semoga buku novel “HARMAUN” ini, dapat menjadi bacaan yang tidak hanya disukai akan tetapi juga dapat memetik pelajaran dari latarbelakang sejarah yang diangkat menjadi cerita ini,” pungkas penulis buku laris berjudul “Misteri Kahar Muzakkar Masih Hidup” ini.

HARMAUN

Novel HARMAUN karya Andi Wanita Tangke ini, menceritakan kisah seorang penulis di Harian Rakyat, koran milik Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kebetulan merupakan anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) didirikan pada 17 Agustus 1950 di Jakarta dan disebut berafiliasi dengan PKI.

Pasca-pemberontakan G30S PKI 1965 terjadi penangkapan bagi kader-kader atau anggota organisasi yang berafiliasi dengan PKI, termasuk HARMAUN.

BACA JUGA:  Lelaki Tak Berpenghuni

Buku setebal 178 halaman isi ini diterbitkan oleh Pustaka Refleksi dengan QRCBN 62-2338-6471-756 dan terdiri dari lima bagian kisah yang sangat menarik dan memacu adrenalin untuk dibaca.