Peluncuran Buku “Langit Takkan Pernah Ingkar” Warnai Peringatan Hardiknas di Maros

NusantaraInsight, Makassar — Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Pallantikang Kantor Bupati Maros, Senin (11/5/2026), menjadi momen istimewa bagi dunia pendidikan di Kabupaten Maros.

Di tengah pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat, Kepala Seksi SD Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Mulyati resmi melaunching buku perdananya yang berjudul “Langit Takkan Pernah Ingkar.”

Buku setebal 165 halaman tersebut memuat beragam kisah reflektif, emosional, dan penuh nilai kehidupan. Beberapa tema yang diangkat di antaranya Selamat Tinggal, Doa Menembus Langit, Mengukir Cita dan Cinta di Pantai Dato, Ku Genggam Siri Na Pacce, Ibu Mandikan Aku, hingga Istri yang Terabaikan. Keseluruhan tulisan menghadirkan potret kehidupan yang dekat dengan realitas sosial, pendidikan, keluarga, perjuangan, serta nilai budaya dan kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu, buku “Langit Takkan Pernah Ingkar” diserahkan langsung oleh penulis kepada Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam serta Sekretaris Daerah kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin. Penyerahan buku tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap semangat literasi dan kontribusi insan pendidikan dalam membangun budaya membaca dan menulis di Kabupaten Maros.

BACA JUGA:  Perdana, Majalah Suara PGRI Didistribusikan

Kepada media ini, Mulyati mengungkapkan rasa bahagia sekaligus haru atas peluncuran buku pertamanya yang berlangsung di momen penuh makna tersebut.

“Ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi saya. Buku pertama ini lahir dari perjalanan rasa, pengalaman, dan renungan hidup yang saya tulis dengan hati. Saya tidak pernah membayangkan bisa menyerahkannya langsung kepada Bapak Bupati dan Bapak Sekda di momentum Hari Pendidikan Nasional. Semoga buku ini bisa menjadi penyemangat, penguat, dan menghadirkan pelajaran kehidupan bagi para pembaca,” ungkapnya haru.

Ia juga berharap kehadiran buku tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pendidik, pelajar, dan masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya literasi. Menurutnya, menulis bukan hanya tentang merangkai kata, tetapi juga menghadirkan jejak pemikiran dan pesan kehidupan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Peluncuran buku “Langit Takkan Pernah Ingkar” pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir dalam upacara Hardiknas tersebut. Kehadiran karya literasi dari seorang pejabat pendidikan dinilai menjadi inspirasi positif bahwa dunia pendidikan tidak hanya melahirkan pengajar, tetapi juga penulis yang mampu menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya.