Dunia Anak, Teater, dan Kerja Kultural Seorang Bahar Merdu

Pola sekali pertunjukan ini lebih memperhatikan bagaimana bisa tampil baik dan menarik. Kalau penampilan itu dalam rangka lomba maka menjadi juara adalah parameternya. Tampaknya, apa yang dilakukan ini mesti bisa dimaksimalkan lagi. Ruang-ruang untuk anak-anak berteater dan berkesenian seharusnya lebih terejawantahkan setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dan diberlakukannya Kurikulum Merdeka yang mengakui keunikan dan potensi berbeda setiap anak. Apalagi di Makassar, di mana Walikota, Mohammad Ramdhan Pomanto, punya visi dan program “18 Revolusi Pendidikan”, yang salah satu poinnya menyebut bahwa satu anak satu bakat.

Sebelum mengakhiri tulisan sederhana ini, saya ingin mengucapkan selamat atas pementasan LA COKI oleh Teater GRISBON di panggung F8 yang masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparegraf), sekaligus selamat atas terbitnya buku Catatan Kreatif Teater GRISBON. Semoga kerja kultural Bahar Merdu dan anak-anak Teater GRISBON memberi inspirasi bagi kita semua, terutama bagi anak-anak lain. (*)

BACA JUGA:  1077 Karya Seni Prof. Abd. Aziz Ahmad Gemparkan Benteng Somba Opu