Seandainya Lakkang Jadi Laboratorium Wisata Berkelanjutan (2)

Lakkang
Rusdin Tompo di atas Pincara

Perlu dibuatkan glamping agar wisatawan bisa nginap menikmati sunrise dan sunset di pulau, melengkapi homestay dan gues house yang dikelola secara profesional. Saya yakin, ada banyak spot-spot indah yang dapat disuguhkan. Pemandangan pulau ini yang indah masih perlu dieksplor lagi. Buktinya, ketika kami pulang menjelang sore hari, kami melihat serombongan bangau putih yang terbang rendah dan turun di tambak warga. Kesempatan ini tentu saja tidak disia-siakan. Dengan kamera smarphone, saya mengabadikan burung-burung berleher panjang dan berkaki jangkung itu.

Restoran apung dengan kuliner tradisional, yang dikelola pelaku UMKM setempat, juga bisa jadi daya tarik tersendiri. Supaya wisatawan merasakan pengalaman berbeda, ada paket workshop pembuatan kerajinan dari bambu dan daun nipah, yang memang banyak tumbuh di sini. Semua paket wisata ini dirancang berbasis masyarakat dengan mengedepankan kearifan lokal, dan tentu saja mesti berkelanjutan. Pasokan listrik sebagai sumber energi warga, sudah mesti beralih ke pemanfaatan panel-panel surya.

Singkatnya, Lakkang dan sekitarnya bisa digunakan sebagai laboratorium wisata berkelanjutan, yang menjadi bagian integral dari program inovasi mobilitas berkelanjutan. Wisata berkelanjutan merupakan konsep wisata yang memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Posisi Lakkang yang berada di belakang Unhas, mesti menjadi nilai plus. Sebab, sudah terbangun tradisi ilmiah yang dilakukan para peneliti, termasuk mahasiswa Unhas, yang mengadakan kajian dengan memenfaatkan alam lingkungan dan warga Lakkang sebagai objek.

BACA JUGA:  Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius

“Saya ke Lakkang untuk penelitian tentang pengelolaan sampah oleh warga. Mereka punya Bank Sampah, tapi tidak ada pengelolanya. Juga tidak ada pengangkutan sampahnya, dan TPS 3R, yakni tempat pengolahan sampah berbasis prinsip reduce, reuse, dan recycle,” papar Nur Khumaerah Aulia, Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas, yang saya jumpai di atas perahu.

Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan, angkatan 2018, itu tengah menyusun skripsi untuk merampungkan studi sarjananya (S1). Sepanjang yang saya ketahui, telah banyak kegiatan dan kajian yang dilakukan di Lakkang ini. Makanya, ada banyak rencana yang sudah dilontarkan, salah satunya pengembangan techno park atau taman teknologi, yang idenya dicetuskan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar. Apa pun itu, aspek ekologis di kawasan rekreasi ini sangat penting untuk mengutamakan pelestarian alam dan lingkungannya.

Mumpung pasangan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, baru saja dilantik sebagai Wali Kota  dan Wakil Wali Kota Makassar, periode 2025-2030. Momen ini perlu digunakan untuk mewujudkan rencana-rencana tersebut. Apalagi visi MULIA, demikian tagline pasangan ini, hendak menjadikan Makassar Unggul, Inklusi, Aman, dan Berkelanjutan. Lewat pengembangan wisata berkelanjutan dan inklusif di Lakkang, niscaya dapat menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat tanpa terkecuali.

BACA JUGA:  Skenario Terbaik yang Bisa Diharapkan Indonesia dari Presiden Prabowo

“Saya lama tidak melihat turis bule atau luar negeri masuk Lakkang,” ungkap De’sisi, yang perahunya kembali kami tumpangi pulang sore itu.

Jarum jam di arloji saya menunjuk angka 15.40 wita. Saya dan istri saling berbincang sepanjang perjalanan, semacam me-review pengalaman yang barusan kami jalani. Pikiran saya berimajinasi, apakah yang akan dihadirkan di Lakkang berupa techno park atau eco park, yang pasti dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi antara para pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha atau industri, media massa, serta sektor-sektor terkait lain mesti punya visi yang sama, seperti apa itu pariwisata berkelanjutan yang akan diwujudkan di Lakkang. Partisipasi dan literasi warga juga perlu dilakukan, mengingat mereka bukan sekadar sebagai penerima manfaat tapi stakeholder utama yang bisa menjamin sustainability kepariwisataan di kawasan Lakkang dan sekitarnya. (Selesai)