Momon, Tukang Catut Bioskop, dan Al Pacino

Guna mengatur peredaran film nasional, lahirlah PERFINI (Perusahaan Film Nasional Indonesia). Cuma dia menilai, fungsi PERFINI ini tidak berjalan efektif, sebagaimana yang diharapkan.

Secara pribadi, Iwan Azis mengaku, menyukai Al Pacino, aktor kelahiran Italia, yang punya nama lengkap Alfredo James Pacino. Saking cintanya pada bintang “The Godfather” ini, di mobilnya ada tulisan “AL PACINO”.

“Mobil jeep saya ada tulisan Al Pacino, sampai-sampai saya digelar Al Pacino. Saya memang mengidolakan dia. Makanya teman-teman lama saya tahu itu,” kisahnya.

Alasan mengapa beliau menyukai Al Pacino karena, katanya, beliau mencari karakter yang tidak melankolis, dan itu ditemukan dalam film action, sosok bintang laga.

Kalau film nasional, artis yang jadi favoritnya adalah Citra Dewi, dan aktornya adalah WD Mochtar. Karakternya yang beliau suka kalau tengah membintangi sebuah film. Sofia WD, istri dari WD Mochtar, juga disuka kalau memainkan suatu peran.

“Kebetulan juga saya bisa dekat dengan mereka, saat ikut bermain di film Sanrego,” ungkap Iwan Azis.

BACA JUGA:  Di Antara Air Sahur dan Air Mata: Rindu yang Tak Pernah Usai di Bulan Ramadhan

El Manik juga termasuk yang disuka karena sebagai pemain watak. El Manik ini dipuji mampu berperan apa saja. Berperan sebagai figur yang keras, atau yang islami, dia akan bermain dengan baik.

Filmnya, “Titian Serambut Dibelah Tujuh” (1982), dihayati sangat baik, yang mendapat banyak nominasi dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 1983. Menurutnya, jarang ada lagi aktor sekelas El Manik.

“Sekarang harus diakui, dengan fasilitas dan kecanggihan teknologi, agak mudah bikin film. Dahulu apa-apa masih impor. Bahan baku masih dibeli dari Hong Kong. Film pasca produksi dilakukan di luar negeri. Sekarang serba digital. Dahulu kita tidak bisa langsung lihat, seperti apa karakter kita di film. Sekarang bisa,” bebernya, lalu mereguk susu beruang hangat di depannya. (*)