Masterplan Pusat Kota Patompo bikin Rencana Induk Kota Makassar pertama Kawasan Ujung Pandang ditetapkan jadi pusat pemerintahan, wisata dan bisnis. Bangun Kantor Gubernur di Jalan. Ahmad Yani, Kantor Wali Kota Jalan Balaikota. Itu sebabnya maka sampai sekarang kantor-kantor penting numpuk di Kecamatan Ujung Pandang.
Kota Makassar administrative Setelah Indonesia merdeka, Kota Makassar = wilayah administratif 199,3 km² dengan 15 kecamatan. Dari ujung utara di Biringkanaya sampai selatan di Tamalate.
Pada masa itu ada sejumlah pertanyaan, dari mana Patompo memperoleh dana untuk mengeksekusi programnya. Rupanya ia “meniru” pola Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang melegalkan judi. Di Makassar judi legal itu bernama Lotto-lotere Totalisator. Seiring dengan itu berkembang lembar teka-teki yang dijual kepara penjudi, Slah satu teka-teki yang terkenal diberi nama Haji Sulimana.
Program Wali Kota Drs. H. Baso Amiruddin Maula SH. M.Si ( 1999 -2004 ) yang moinumental yaitu keberhasilannya mengawal pengembalian nama Kota Makassar. Kota Ujung Pandang baru berubah namanya kembali menjadi Makassar, pada 13 Oktober, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999. Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, luas wilayah Kota Makassar bertambah kurang lebih 4 mil kearah laut setara dengan 10.000 hektare, sehingga seluruh daratan dan lautan seluas 27.577 hektare.
Selain itu Amiruddin Maula dikenal berhasil dalam Pembangunan dan Pengembangan Kanal diantaranya kanal Pannampu 4,92 km direncanakan sebagai Kawasan wisata terpadu, Kanal Jongaya ( 9,2 km ) dengan jalur jogging dan area interaksi masyarakatdan Kanal Sinrijala, 2 km difungsikan sebagai jantung system drainase bagian timur kota Makassar
Dia pun menetapkan Kawasan Pecinan sebagai tempat wisata unggulan. Membangun Terminal Daya sebagai simpul transportasi utama di kota Makassar. Pembangunan terminal ini menjadi salah satu proyek infrastruktur penting pada masanya. Selain itu pada masa ini pula dimulai perancangan dan Pembangunan anjungan Pantai Losari. Saai itu diwacanakan akan mereklamasi atau menimbun sekira 100 dari bibir Pantai.
Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Wali Kota Makassar 2004–2014, terkenal dengan program modernisasi kota, yang memantapkan akses teknologi melalui Cyber City . Memasang jaringan Wi-Fi publik yang gratis di Kawasan Pantai Losari pada tahun 2008. Inisiatif di bidang budaya Adalah dengan penerapan penulisan aksara Lontara pada ruang publik dan papan nama jalan sebagai identitas lokal. Program pendidikan untuk meningkatkan literasi masyarakat.Makassar Gemar Membaca. Ia pun sukses meningkatkan pelayanan publik melalui pendekatan partisipasi masyarakat dan pengembangan UMKM.













