MAKASSAR, UNIK DAN RUMIT

Angka ini mencerminkan situasi kependudukan setelah perluasan wilayah kota dan perubahan nama yang diatur berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku saat itu.

Nama Makassar pernah diubah menjadi Ujung Pandang berdasarkan PP Nomor 51 Tahun 1971 pada 31 Agustus 1971.

Perubahan ini dilakukan pada masa Orde Baru untuk memperluas wilayah kotamadya dan alasan historis, di mana Ujung Pandang merujuk pada benteng Jumpandang.

Alasan Perubahan: Nama Ujung Pandang dipilih karena berasal dari nama benteng (Benteng Ujung Pandang) yang didirikan tahun 1545 oleh Raja Gowa, Tunipalangga. Pergantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan “Jumpadang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman dirasa ideal.

Nama Ujung Pandang diketahui merupakan nama sebuah kampung dalam wilayah Kota Makassar. Akan tetapi, sejak awal proses perubahan nama Makassar menjadi Ujung Pandang mendapat banyak protes dari kalangan masyarakat.

Berdasarkan perubahan wilayah kota Makassar pada tahun 1971 maka terjadi dengan perluasan wilayah Kota Makassar dari hanya 21 kilometer persegi menjadi 115,87 kilometer persegi.

BACA JUGA:  Ketika Hasan Hasjim “Menculik” HAMKA

Semula batas paling selatan Kota Makassar adalah di Pasar Pakbaengbaeng dan batas sebelah timur di kawasan kebun binatang, kini pusat kuliner “Antama“

Sepanjang sejarah Pemerintahan Kota Makassar: dapat disebutkan beberapa nama Wali Kota yang berkinerja baik dalam mengubah wajah dan tata kota. Diantaranya : H.M Daeng Patompo, (1965–1978). Drs. H. Baso Amiruddin Maula SH. M.Si ( 1999 -2004 ); Ir.H. Ilham Arief Siradjuddin,MM., ( 8 Mei 2004 – 8 Juni 2008 ) dan Ir.H Mohammad Ramdhan Pomanto -Danny Pomanto ( 8 Mei 2014 – 2019 dan 2021 -2024 )

Pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Makassar maju pesat pada era Wali Kota H. Muhammad Daeng Patompo (1965–1978). Berfokus pada prasarana jalan di wilayah tengah dan selatan kota.

Pelebaran Jalan Pahlawan yang kini dikenal sebagai Jalan Veteran di Makassar Kala pembangunannya merupakan bagian paling krusial dari upaya modernisasi kota yang dikerjakan oleh tentara dari Batalyon Zipur.

Pembangunan ini mencakup pembukaan jalur lingkar, ringroad, pertama di Makassar dari rentang jalan sekira 5 meter menjadi 14 meter dengan mengakuisisi sisi jalan. Dimaksudkan untuk mendukung kapasitas infrastruktur kota metropolitan dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas utama.

BACA JUGA:  Ahmad Yani, Awardee LPDP Asal Sulsel Jadi Wisudawan Terbaik UGM

Jalan Veteran terbagi menjadi segmen Utara dan Selatan panjangnya sekira 3 hingga 4 kilometer yang membentang cukup panjang membelah kota, sementara Jalan Andalas sepanjang 1 kilometer merupakan jalur utama yang menghubungkan area pemukiman padat di pusat kota, ke wilayah pinggiran kota Makassar. Dari kawasan wilayah pasar Pakbaeng-baeng hingga Jalan Ujung dekat kawasan Pasar Cidu.