Kenangan pada Kassi-Kassi Era Akhir 80an hingga Awal 90an

Ujung Jalan Letjen Hertasning dahulu masih ‘jalan buntu’, belum terhubung dengan Jalan Aroepala. Di ujung jalan itulah ada pekuburan keluarga, yang sempat jadi “penghalang” pembebasan lahan untuk jalan tembus seperti saat ini.

*Mesti Berjalan Jauh*

Lagi-lagi, dahulu–sampai pertengahan tahun 90an–sulit sekali mencari warung di daerah
ini, jika kita pengen makan di luar rumah. Pilihannya tak banyak. Itupun harus berjalan kaki cukup jauh.

Kita mesti ke taman bunga yang
berada tepat di pannyingkul Lapangan Tamalate, depan kantor PLN. Ini lapangan sepakbola, yang dimanfaatkan untuk sholad Ied, ketika Idulfitri dan Iduladha.

Namanya taman bunga, tetapi jangan harap
melihat bunga. Mungkin karena kambing-kambing sering mangkal di sana. Maka dipelesetkanlah tempat itu jadi taman kambing oleh warga.

Di taman itu hanya ada beberapa pedagang. Jualannya martabak dan terang bulan. Juga pedagang pisang goreng dan ubi goreng plus sarabba.

Warung yang ngehits kala itu adalah bakso Solo Baru, dekat pasar–pedagangnya direlokasi ke Pasar Toddopuli. Eh, ada juga satu warung Sop Saudara yang sampai saat ini masih ramai.

BACA JUGA:  Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius

Selain itu, terdapat pula pedagang sate di depan lorong SMA Nur Karya atau bersebelahan dengan PLN Pikitring. Saya masih sempat jadi pelanggan sate ini hingga berumah tangga dan punya anak.

Kini, begitu banyak tempat makan tersedia di perempatan Jalan Letjen Hertasning-Jalan Tamalate-Jalan Toddopuli Raya. Tinggal pilih, sesuai kocek.

*Perempatan Strategis*

Perempatan ini begitu strategis karena merupakan jalur pete-pete, trayek Perumnas-Pa’baeng-baeng-Makassar Mall. Disebut trayek Perumnas, karena kawasan Tamalate, Tidung, dan Toddopuli dibangun oleh Perumnas, yang kantornya tepat berada di pojok jalan, sebelah lapangan.

Kami suka menunggu angkot di situ, biar langsung ke luar ke arah yang dituju. Kebanyakan penumpang angkot juga lebih memilih turun di situ, bila tak mau mutar-mutar di bawa ke Tidung atau Toddopuli.

Di samping Kantor Perumnas, ada pula Bank BTN, Kantor Pembangunan Perumahan (PP), dan Kantor PT Adhi Karya, yang sejajar dengan kantor P dan K.

Pada sore, 13 Januari 2019, ketika tulisan ini pertama kali diketik, saya tengah berada di OTW Food Street, yang bikin saya terbawa nostalgia di Hertasning… eh Kassi-kassi.

BACA JUGA:  Transaksi Perasaan

Saya berada di sana, karena kembali hendak menjajal kopinya. Setelah mengikuti sesi meeting dengan peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), di tempat yang sama. Kafe bergaya industrial itu, kini hanya tinggal cerita. Tempatnya beberapa kali berganti nama. Namun, kenangan pada Kassi-Kassi, tidak pernah berubah. (*)