Kartini Ismail yakin dan percaya, Allah SWT Maha Baik, sehingga Ia memberikan kesehatan dan kekuatan untuk mengerjakan semua ini.
Pengalaman Kartini Ismail yang kaya, membuat obrolan dengannya bisa melompat dari satu tema ke tema lain, dari satu aktivitas ke aktivitas lain.
Kartini Ismail tercatat pula sebagai Ibu Relawan Baca. Menurutnya, membangun budaya kegemaran membaca mesti dimulai dari diri dan keluarga. Apalagi tantangannya kian berat. Kebiasaan scroll medsos di layar smartphone bisa menggerus minat baca.
“Jadi mesti pandai-pandai memanfaatkan teknologi. Saya berusaha menjadi role model untuk kegiatan gemar membaca,” ujarnya.
Aktivitas lain Kartini Ismail adalah sebagai tukang masak. Semua kegiatan dihendel. Ia ke pasar, mencari bahan makanan, memasak, hingga melakukan pengantaran.
Semua kegiatannya difoto sebagai bukti dan dokumentasi. Setelah makanan siap, tim membagi makanan. Ia dan timnya juga memantau kenaikan berat dan panjang badan untuk melihat dampak program.
*Raihan Prestasi dan Apresiasi*
Aktivitas Kartini Ismail dalam sehari sudah terpola, membentuk disiplin dirinya sebagai pekerja sosial.
Siklusnya dimulai sejak bangun dini hari. Selepas sholat subuh, ia beres-beres rumah, sarapan, lalu mempersiapkan perlengkapan kegiatan sesuai kegiatan yang akan dihadiri dan dilaksanakan pada hari itu.
Tempat yang dikunjungi selain Puskesmas, kantor lurah, rumah warga, juga beberapa kantor SKPD. Mobilitasnya dalam sehari bisa beberapa kegiatan yang dikerjakan.
Setelah selesai, ia pulang ke rumah, menjalankan kewajiban sebagai ibu, menyelesaikan tugas yang belum selesai, lalu istirahat.
“Rata-rata saya tidur pukul 24.00, dan bangun pukul 03.00 dini hari,” katanya.
Berbagai aktivitasnya itu telah membuahkan hasil. Kartini Ismail merupakan kader Posyandu berprestasi.
Ia merupakan kader Posyandu terbaik tingkat kelurahan sampai tingkat nasional. Ia pernah dinobatkan sebagai pemenang beberapa lomba penyuluhan.
Secara kelompok, ia menjadi juara lomba Posyandu, lomba senam, dan lomba kelurahan terbaik.
Kartini Ismail pernah mendapat Pin Emas 2 kali. Pertama, sebagai Kader Bina Keluarga Terbaik Tingkat Kota Makassar, tahun 2009. Kedua, menjadi Warga Kota Makassar Berprestasi di Bidang Kesehatan IMD & ASI Eksklusif, tahun 2015.
“Saat menerima penghargaan kedua, anak saya yang wakili karena saya dalam keadaan stroke. Penghargaan itu diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Makassar ke-408 di Anjungan Pantai Losari,” kenang Kartini Ismail dengan mata berkaca-kaca.













