Game Online: Jaring Keuntungan Kapitalis, Korbankan Generasi

Game online
Oleh: Suriana Binti Ardi, S.Si                  (Guru & Aktivis Dakwah SWI)

Budi Arie juga meminta agar masyarakat juga dapat melaporkan game-game lainnya yang bermuatan kekerasan dan pornografi melalui kanal aduankonten.id. “Bersamaan dengan itu, jika ada masyarakat menemukan gim bermuatan pornografi, bisa segera melaporkan ke kanal aduankonten.id dengan melampirkan screenshot muatan pornografi pada gim tersebut,” ungkapnya. Sebelumnya, KPAI meminta Kementerian Kominfo bertindak tegas terhadap peredaran game online yang terbukti memberikan dampak buruk terhadap anak.

Namun timbul pertanyaan mengapa belum ada tindakan yang jelas dan tuntas?

Game Online Hancurkan Generasi

Fenomena anak anak yang kecanduan gawai setidaknya semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. Meskipun belum ada angka pasti berapa persentase dan jumlah anak yang mengalami gejala kecanduan atau kecanduan gawai, dari sejumlah kasus yang terungkap di publik, hasil kajian, survei, dan penelitian menunjukkan fenomena kecanduan gawai pada anak saat ini berada pada situasi mengkhawatirkan. Tak hanya menjadi korban, anak-anak juga terlibat dalam sejumlah kasus yang masuk kategori tindak pidana.

“Anak kecanduan gawai menjadi tantangan serius. Hanya saja, tidak semua orangtua mengetahui bahwa anaknya terindikasi kecanduan gawai,” ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, Minggu (22/7/2018), di Jakarta. Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (FKUIRSCM) Kristiana SisteKurnia santi mengatakan, tidak semua anak yang bermain game langsung disebut mengalami adiksi atau kecanduan game. Penggunaan gawai pada anak dan remaja lebih dari 3 jam sehari menyebabkan mereka rentan kecanduan gawai.

BACA JUGA:  Karier Gemilang Dr. Syarifuddin, dari Guru TK hingga Direktur Pascasarjana Universitas Patompo

Fenomena anak kecanduan gawai, menurut dr. Tjhin Wiguna, psikiater anak dan remaja di Departemen Medik Kesehatan Jiwa FKUIRSCM. mulai meningkat dalam tiga tahun terakhir. Jumlah orangtua yang datang meminta konsultasi ke lembaga perlindungan anak atau membawa anaknya ke psikolog dan psikiatri juga meningkat.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi menyatakan, sejak 2013 lembaganya menangani 17 kasus anak yang kecanduan gawai. Begitu juga Komisi Nasional Perlindungan Anak, yang sejak 2016 sudah menangani 42 kasus anak yang kecanduan gawai.
Bukan sistem kapitalis namanya jika tidak memikirkan keuntungan, banyak literatur di atas yang menjelaskan tentang kerusakan yang di sebabkan oleh game online namun tak cukup bagi pemerintah sigap dalam mengambil tindakan tuntas.

Disampaikan oleh Joddy Harnady selaku EVP Digital & Next Busininess Telkom, industri game memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi dibandingkan jenis hiburan lainnya. “Gaming itu penghasilannya bisa tujuh kali lipat dari pendapatan sebuah film”, terangnya. Infrastruktur langit justru digencarkan otomatis game online semakin marak apalagi melihat potensi ekonomi yang bisa digali dari sana. Orientasinya adalah bisnis, mengeruk pundi-pundi rupiah sebanyak-banyaknya tidak peduli rusaknya generasi akibat game online. Maraknya game online menunjukkan adanya kesalahan dalam memanfaatkan digitalisasi oleh generasi. Di sisi lain nampak adanya ketidakmampuan negara membuat aturan seiring dengan perkembangan internet dan sosial media termasuk game online berbasis internet.

BACA JUGA:  GEBRAKAN PRABOWO: ANTARA GAGASAN BESAR DAN KESIAPAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN

Islam Selamatkan Generasi

Tugas uatama sebuah negara adalah ri’ayah syuunil ummah “memelihara urusan ummat”, memerhatikan segala aspek yang ada pada lapisan masyarakat mulai dari masalah kecil hingga besar. Cara penuntasan pun dengan cara mencabut dari akar akarnya, bukan malah tebang pilih dengan mempertahankan yang menguntungkan sekalipun mengorbankan ummat.