Dr M Dahlan Abubakar, Sejatinya Seorang Wartawan Intelektual

Dahlan Abubakar
Penulis Rusdin Tompo

Begitupun dengan Pramoedya Ananta Toer. Penulis tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca) ini, menjadikan dokumentasi dan kliping sebagai referensi dan sumber inspirasinya. Dari sana proses kreatif dan imajinasi menulisnya dilakukan.

Dahlan Abubakar, yang bukan hanya menulis sepintas berupa berita–tapi juga mendalam dalam bentuk buku–dibaluti spirit yang sama. Beliau punya bank data, dan informasi dari tangan pertama.

Sebagai wartawan yang tumbuh dari kampus, menjalani profesi di media ternama, dan kemudian menjabat sebagai Humas dari kampus besar, membuat Dahlan Abubakar punya jejaring dan akses ke banyak pihak. Rektor, walikota, gubernur, menteri, pengusaha, olahragawan, dan berbagai profesi lain.

Beliau tak berhenti hanya sekadar melaporkan dan menulis berita. Namun, semua catatan dan tulisan-tulisan yang dipunya itu diolah dan dikembangkan lagi dalam wujud buku. Dari keseluruhan proses itu, saya dapat pastikan bahwa Dahlan Abubakar merupakan sejatinya wartawan intelektual.

Lihat saja buku-buku yang tulisannya. Selalu punya ketebalan yang mengindikasikan riset dan lamanya pengumpulan bahan tulisan. Hanya orang yang punya energi berlipat dengan dedikasi kuat pada profesinya, yang menghasilkan karya-karya seperti Dahlan Abubakar. (*)

BACA JUGA:  Jembatan Etika Dekolonial Glokal Solusi Problem Media Baru