Namun, jika kasus Sungai Kelara hanya masalah salah ketik, maka kasus Jalan Gunung Tinggi Mae jauh lebih penting. Ini karena kasus ini dapat membuat generasi muda lupa sejarah. Ketika gelar kepahlawanan diubah menjadi nama tempat, masyarakat tidak bisa lagi mengenal sejarah dan perjuangan leluhurnya melawan kolonialisme. Oleh karena itu, ulasan ini tidak hanya membahas masalah kata-kata, tapi juga merupakan permintaan kepada Pemerintah Kota Makassar. Perlu ada upaya untuk memperbaiki nama-nama tempat di kota, salah satunya dengan mengembalikan nama Jalan Karaeng Tinggi Mae, demi menjaga kehormatan tanah Sulawesi.












