News  

Wagub Sulsel Apresiasi Sistem Pendidikan Inklusi di SIT Darul Fikri

Lebih dari itu, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman, diterima, dan dihargai kepada seluruh peserta didik.

Tenaga pendidik juga diharapkan memiliki kreativitas dalam menyampaikan materi pembelajaran agar dapat dipahami oleh siswa dengan karakteristik dan kemampuan yang beragam.

Ia menambahkan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan, perhatian, serta kesempatan yang tepat.

Menurutnya, keterbatasan tertentu tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk belajar, berprestasi, maupun mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Oleh sebab itu, ia berharap pendekatan pendidikan yang dikembangkan SIT Darul Fikri Makassar dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Sulawesi Selatan.

Fatmawati juga mendorong para orang tua untuk lebih terbuka dalam memahami kebutuhan pendidikan anak, termasuk mempertimbangkan lembaga pendidikan yang memiliki sistem pembelajaran dan pendampingan sesuai dengan kondisi putra-putri mereka.

Dorong Pendidikan Berbasis Akhlak dan Kepedulian

Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari pendidikan yang mengutamakan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak.

BACA JUGA:  Berkah Idul Adha : FIFGROUP Tebar 4 Sapi dan 497 Kambing Hingga Pelosok Negeri

Menurutnya, kecerdasan akademik tanpa disertai karakter yang baik belum cukup untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan kehidupan.

Karena itu, sekolah perlu membangun budaya pendidikan yang menumbuhkan sikap saling menghormati, membantu, memahami perbedaan, serta memiliki empati terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting diterapkan dalam lingkungan pendidikan inklusi, karena anak-anak dengan kondisi dan kemampuan yang berbeda dapat belajar berinteraksi serta memahami satu sama lain.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga pengaruh negatif perkembangan teknologi.

Paparan konten digital yang tidak sesuai usia, penyalahgunaan media sosial, ancaman judi online, hingga berbagai persoalan sosial dalam lingkungan keluarga harus menjadi perhatian bersama.

Fatmawati berharap seluruh pihak dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam mendampingi anak-anak agar tidak terjerumus pada perilaku yang merugikan masa depan mereka.

“Mari kita sama-sama menjaga anak-anak dan keluarga kita,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan akhlak harus tetap menjadi prioritas utama, sekalipun dunia pendidikan terus berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BACA JUGA:  Kadis PU Makassar Ungkap Alasan Penataan PKL di Benteng Fort Rotterdam

SIT Darul Fikri Terapkan Pembelajaran dan Terapi Terpadu

Sementara itu, Ketua Yayasan SIT Darul Fikri Makassar, Ustadz Rasyidin Adnan, S.H., menjelaskan bahwa pendidikan inklusi yang dikembangkan pihaknya bertujuan memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan berkembang bersama siswa lainnya dalam lingkungan pendidikan yang mendukung.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga bagi siswa reguler.

Melalui interaksi sehari-hari, siswa reguler dibimbing untuk memahami perbedaan, mengembangkan empati, serta membangun sikap saling menghargai dan membantu teman yang memiliki kebutuhan berbeda.

Sebaliknya, anak berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun kemampuan sosial melalui aktivitas pembelajaran bersama teman-teman sebayanya.

“Anak-anak reguler kita edukasi bagaimana mereka bisa berinteraksi dengan baik dan positif dengan anak-anak inklusi. Sebaliknya, anak-anak inklusi juga bisa mendapatkan manfaat dari interaksi tersebut untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Rasyidin.