News  

Wagub Sulsel Apresiasi Sistem Pendidikan Inklusi di SIT Darul Fikri

Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya melihat prestasi akademik maupun nama besar sekolah, tetapi juga memperhatikan bagaimana lembaga pendidikan tersebut membimbing anak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai ujian, kemampuan menguasai mata pelajaran, atau prestasi yang diraih siswa, melainkan juga dari sikap, perilaku, tanggung jawab, serta kepedulian anak terhadap lingkungan sosialnya.

Ingatkan Orang Tua Jangan Asal Memilih Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati Rusdi turut memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar tidak mudah terpengaruh oleh tren dalam menentukan pilihan pendidikan bagi putra-putri mereka.

Ia mengingatkan bahwa sekolah yang memiliki nama besar belum tentu sesuai dengan kebutuhan, karakter, dan perkembangan setiap anak.

“Jangan terkecoh si A sekolah di sekolah terkenal, si B sekolah di internasional. Tapi kita tidak tahu sekolah itu seperti apa. Jangan ikut-ikutan,” katanya.

Menurut Fatmawati, orang tua perlu memahami secara langsung sistem pembelajaran, lingkungan pergaulan, kualitas tenaga pendidik, serta nilai-nilai yang diterapkan oleh sekolah sebelum memutuskan tempat pendidikan anak.

BACA JUGA:  Munafri-Aliyah Serahkan 7.100 Paket Lebaran untuk Satgas Kebersihan Makassar

Ia menilai, pendidikan akhlak merupakan fondasi penting yang harus menjadi perhatian utama di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.

Apalagi, saat ini anak-anak menghadapi berbagai tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.

Kemajuan teknologi digital, penggunaan media sosial, perubahan pola pergaulan, hingga kemudahan mengakses berbagai informasi menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dan lembaga pendidikan.

Fatmawati juga menyoroti munculnya kecenderungan gaya hidup hedonisme yang dapat memengaruhi perilaku dan pola pikir anak apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat.

Oleh karena itu, ia berharap sekolah dapat menjadi tempat yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing anak untuk memahami nilai kesederhanaan, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta pentingnya menghormati sesama.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada guru atau pihak sekolah. Peran keluarga tetap menjadi unsur utama dalam memastikan anak mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang baik.

Kerja sama antara orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat dinilai sangat penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan emosional, spiritual, dan sosial.

BACA JUGA:  Bupati Buteng "Geram" Kepada Pemakai Randis yang Terparkir Liar: Awas Memang, Saya akan Ambil,

Apresiasi Ekosistem Pendidikan Inklusi

Selain menyoroti pentingnya pendidikan akhlak, Fatmawati Rusdi memberikan perhatian khusus terhadap sistem pendidikan inklusi yang diterapkan SIT Darul Fikri Makassar.

Ia menilai, pendidikan inklusi merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian lembaga pendidikan dalam memberikan kesempatan yang setara kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Menurutnya, mendidik anak berkebutuhan khusus memerlukan pendekatan yang berbeda, kesabaran, ketekunan, serta dukungan dari tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan kepedulian tinggi.

Karena itu, keberadaan sekolah yang mampu membangun ekosistem pendidikan inklusi secara terpadu perlu mendapatkan apresiasi dan dukungan.

“Paling utama, ekosistem yang harus dibangun. Alhamdulillah, di SIT Darul Fikri Makassar ini sudah membangun ekosistem, mulai dari tenaga pendidik. Mereka harus kreatif dan aktif,” tuturnya.

Fatmawati menjelaskan, ekosistem pendidikan inklusi tidak cukup hanya menyediakan ruang kelas bagi anak berkebutuhan khusus.